DATA SEPUTAR KESEHATAN

Kesehatan masyarakat merupakan hal mutlak dan menjadi hak asasi mendasar yang harus dipenuhi dan diperhatikan oleh Pemerintah baik Pusat maupun daerah, tidak terkecuali dengan pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Di seluruh dunia, Indeks Kesehatan Indonesia berada diurutan ke 101 dari 149 negara, artinya Indonesia masih berada dibawah untuk tingkat kesehatannya. Ada beberapa faktor untuk melihat melihat tingkat kesehatan masyarakat yakni melalui Angka kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu melahirkan (AKI) dan Angka Usia Harapan Hidup (AHH).

1. Angka Kematian Bayi (AKB) per 1000 Kelahiran

Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Banyuwangi dari tahun 2010-2017 memiliki nilai yang fluktuatif, pada tahun 2010 sebesar 7.2 dari 1000 kelahiran hidup. Pada tahun 2011 mengalami penurunan menjadi 6.71 dari 1000 kelahiran hidup. Namun AKB kembali naik cukup signifikan di tahun 2012 hingga mencapai angka 9.3 kematian bayi dari 1000 kelahiran hidup. Pada tahun 2013, AKB kembali turun menjadi 8.2 kematian bayi dari 1000 kelahiran hidup. AKB kembali turun cukup signifikan yaitu 6.09 di tahun 2014 dan mengalami peningkatan kembali di tahun 2015 yakni menjadi 6.82 dari 1000 kelahiran hidup. Pada tahun 2016 AKB mengalami penurunan menjadi 5.5 kematian bayi dari 1000 kelahiran hidup dan Pada Tahun 2017 AKB di Kabupaten Banyuwangi mengalami penurunan menjadi 4.6 kematian bayi dari 1000 kelahiran hidup, ini artinya pelaksanaan pelayanan kesehatan di kabupaten Banyuwangi memenuhi target yang telah dilaksanakan.

1.1. Persentase Angka Kematian Bayi (AKB) per Seribu Kelahiran Hidup

2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
7.2 % 6.71 % 9.3 % 8.2 % 6.09 % 6.82 % 5.5 % 4.6 %

* Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi (Tahun 2017)

Dengan melakukan banyak inovasi dibidang pelayanan kesehatan, Kabupaten Banyuwangi berhasil menekan Angka Kematian Bayi di Kabupaten Banyuwangi, salah satunya adalah Stop Angka Kematian Ibu dan Anak (Sakina), Program Sakina untuk keselamatan ibu dan akan pada saat proses kelahiran. Program ini melibatkan puluhan personel yang disebut Laskar Sakina. Laskar Sakina melakukan pendataan di lapangan terhadap kesehatan ibu, terutama ibu hamil berisiko tinggi.

1.2. Jumlah Angka Kematian Bayi (AKB)

Jumlah angka kematian bayi (AKB) pada tahun 2017, turun dari 2 tahun sebelummya yakni, tahun 2015 sebanyak 163 bayi dan tahun 2016 sebesar 126 bayi. Sedangkan untuk tahun 2017 berhasil mencatatkan angka kematian bayi sebesar 111 bayi dari 1000 kelahiran hidup. Hal ini menunjukkan suksesnya program-program pemerintah untuk menekan angka kematian bayi agar selalu rendah.
* Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi (Tahun 2017)


2. Angka Kematian Ibu (AKI) per 100000 Kelahiran Hidup
Salah satu indikator kesehatan selain angka kematian bayi adalah angka kematian ibu, untuk terus menekan angka kematian ibu, pemerintah Banyuwangi terus melakukan terobosan agar jumlah ibu meninggal saat melahirkan terus berkurang, salah satunya adalah dengan program pemburu bumilristi (ibu hamil dengan resiko tinggi) yang digagas pertamakali oleh puskesmas Sempu. Program ini selain mengikutsertakan pelayan kesehatan juga penjual sayur keliling yang dibekali dengan smartphone untuk melaporkan bumilristi yang berada dipelosok daerah. Hasil laporan oleh penjual sayur keliling nanti yang akan ditindak lanjuti oleh petugas kesehatan untuk turun langsung dan memonitoring selama proses kehamilan sampai persalinan bumilristi. Program ini terbukti ampuh menjadikan kecamatan Sempu zero kematian ibu pada tahun 2015.
Berbeda dengan AKB yang mencapai nilai tertingginya pada tahun 2012, Angka Kematian Ibu Melahirkan (AKI) justru mencapai angka tertinggi pada tahun 2013 yang mencapai 142.1 kematian ibu melahirkan dari 100000 kelahiran hidup. Namun angka tersebut sudah berhasil turun kembali di tahun 2014. Pada tahun 2014 AKI sebesar 65.6 dari 100000 kelahiran hidup, dan pada tahun 2015 ada kenaikan sebesar 3.22 % yakni 96.08 dari 100000 kelahiran hidup. Pada tahun 2016 kembali turun menjadi 96.2 per 100000 kelahiran hidup dan pada Tahun 2017 AKI mengalami penurunan kembali sebesar 82.4 %

2.1 Persentase Angka Kematian Ibu Melahirkan (AKI) per Seratus Ribu Kelahiran Hidup

2014 2015 2016 2017
65.6 % 93.8 % 96.2 % 82.4 %

* Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi (Tahun 2017)

2.2 Jumlah Angka Kematian Bayi (AKB)
Dari grafik diatas, menunjukkan penurunan angka kematian ibu di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2017, yang sebesar 19 ibu. Data ini menurun jika disbanding dengan tahun 2013-2016. Dengan banyaknya Kecamatan yang mengaplikasikan program pemburu bumilristi diharapkan tahun 2018 angka kematian ibu dapat berkurang lagi.

* Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi (Tahun 2017)


3. Angka Balita Gizi Buruk
         Kondisi Balita yang mengalami gizi buruk di Kabupaten Banyuwangi cenderung mengalami penurunan. Pada tahun 2012 angka balita dengan gizi buruk sebesar 1.9 %, kemudian menurun di tahun 2013 menjadi 0.96 %, pada tahun 2014 Balita yang mengalami gizi buruk terus menurun menjadi 0.9 % . Tahun 2015, mengalami penurunan menjadi 0.6%, kemudian di tahun 2016 menurun kembali menjadi 0.57 % dan Pada tahun 2017 Angka Balita yang mengalami gizi buruk di Kabupaten Banyuwangi kembali menurun menjadi 0.55 %.
         Keadaan ini berpengaruh pada masih tingginya angka kematian bayi.Menurut WHO lebih dari 50% kematian bayi dan anak terkait dengan gizi kurang dan gizi buruk, oleh karena itu masalah gizi perlu ditangani secara cepat dan tepat.Perawatan gizi buruk dilaksanakan melalui rawat inap dan rawat jalan.Anak gizi buruk disertai komplikasi penyakit dirawat di Puskesmas Perawatan / TF (Therapeutic Feeding Center) atau Rumah Sakit Pemerintah atau Rumah Sakit Swasta. Sedangkan anak gizi buruk tanpa komplikasi dapat dirawat jalan Keberhasilan program kesehatan dan program pembangunan sosial ekonomi pada umumnya dapat dilihat dari peningkatan usia harapan hidup penduduk dari suatu negara.
         Meningkatnya perawatan kesehatan melalui Puskesmas, meningkatnya daya beli masyarakat akan meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan, mampu memenuhi kebutuhan gizi dan kalori, mampu mempunyai pendidikan yang lebih baik sehingga memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang memadai, yang pada gilirannya akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan memperpanjang usia harapan hidupnya.

3.1. Persentasi Angka Balita Gizi Buruk (%)

2012 2013 2014 2015 2016 2017
1.09 % 0.96 % 0.9 % 0.6 % 0.57 % 0.55 %
* Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi (Tahun 2017)

4. Angka Harapan Hidup (AHH)
         Angka Harapan Hidup saat Lahir didefinisikan sebagai rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang sejak lahir. AHH mencerminkan derajat kesehatan suatu masyarakat. AHH dihitung dari hasil sensus dan survei kependudukan.
         Angka harapan hidup di Kabupaten Banyuwangi dari tahun 2010-2017 sudah cukup baik, cenderung mengalami kenaikan setiap tahunnya. Kenaikan yang paling signifikan terjadi pada tahun 2011, dimana tahun 2010 angka harapan hidup sebesar 69.61 menjadi 69.7 tahun pada tahun 2011. Pada tahun 2012 angka harapan hidup naik menjadi 69.79, angka usia harapan hidup kembali naik menjadi 69.88 tahun pada tahun 2013. Usia harapan hidup juga kembali naik pada tahun 2014 menjadi 69.93 tahun, dan meningkat lagi menjadi 70.03 pada tahun 2015. Tahun 2016 Angka harapan hidup kembali mengalami kenaikan menjadi 70.11, dan pada tahun 2017 kembali naik menjadi 70.19. Hal ini mengindikasikan Kabupaten Banyuwangi telah berhasil meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyuwangi mempengaruhi usia harapan hidup masyarakat Kabupaten Banyuwangi. Maka, Selama periode 2010 hingga 2017, Kab. Banyuwangi telah berhasil meningkatkan usia harapan hidup saat lahir dari 69,61 tahun (2010) menjadi 70,19 tahun (2017) atau naik sebesar 0,58 tahun.

Persentasi Angka Harapan Hidup (%)

2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
69.61 % 69.7 % 69.79 % 69.88 % 69.93 % 70.03 % 70.11 % 70.19 %
* Data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyuwangi

Dengan melihat tingkat kesehatan masyarakat melalui Angka kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu melahirkan (AKI) dan Angka Usia Harapan Hidup diatas, maka Indeks Kesehatan Kabupaten Banyuwangi menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur sebesar 0.77 (angka sementara)
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017*
0.76 0.76 0.77 0.77 0.77 0.77 0.77 0.77
* Data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur

1. Data Sektoral Dinas Kesehatan

Layanan Kesehatan Rumah Sakit TAHUN
2017 2016 2015 2014 2013
Customer Loyality 87.9 71.8 74.6 71.8 69.7
Indeks Kepuasan Masyarakat 76.91 74.26 75.31 76.7 80.15
Pemanfaatan Tempat Tidur (BOR) Kelas III 79.44 77.93 74.6 - -
Standart Pelayanan Minimal (SPM) 85.87 73.96 73.97 71.42 -
Tingkat Kesehatan Rumah sakit 76.91 71.5 73.2 71.65 -
*Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi

Dari data diatas, dapat dilihat bahwa customer loyality (kesetiaan pengunjung rumah sakit) pada Rumah Sakit dan Tempat Pelayanan Kesehatan yang dimiliki pemerintah Kabupaten Banyuwangi naik sangat signifikan dari tahun 2016 yang hanya 71.8 menjadi 87.9 pada tahun 2017. Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap Rumah Sakit dan Tempat Pelayanan Kesehatan yang dimiliki pemerintah Kabupaten Banyuwangi berhasil mencatatkan nilai 76.91 % pada tahun 2017 yang artinya meningkat bila dibandingkan dengan tahun 2016 dan tahun 2015. Untuk Pemafaatan Tempat Tidur (BOR) Kelas III pada Rumah Sakit milik pemerintah Kabupaten Banyuwangi naik menjadi 79.44 pada tahun 2017 dari 74.6 pada tahun 2015 dan 77.93 pada tahun 2016. Standart Pelayanan Minimal (SPM) pun juga naik cukup signifikan semenjak empat tahun terakhir, pada tahun 2017 berhasil mecatatkan nilai 85.87. Tingkat Kesehatan Rumah Sakit pada tahun 2017 ini juga mendapat nilai yang baik yakni 76.91 %, nilai ini tertinggi sejak tahun 2014 yang hanya mendapat nilai 71.65%, tahun 2015 sebesar 73.2%, dan tahun 2016 yang hanya sebesar 71.5%.

  • Kode Pos : 68425