Workshop Tuberculosis Pada Anak

workshoptb1Banyuwangi - Penyakit Tuberculosis (TB) masih menjadi permasalahan di dunia. Indonesia menduduki ranking ke-3 di dunia setelah India dan Cina. Penyakit TB di Indonesia merupakan masalah utama kesehatan masyarakat, karena penyakit ini menyerang sebagian besar kelompok kerja produktif, kelompok ekonomi lemah dan berpendidikan rendah. Penyakit TB disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru atau organ tubuh lainnya, penularannya dengan cara droplet (percikan dahak) pada waktu penderita batuk atau bersin.

workshoptb2Tuberculosis pada anak, diagnosa paling tepat adalah dengan ditemukannya kuman TB dari bahan yg diambil dari penderita, misalnya dahak, bilasan lambung, biopsy, dll. Tetapi pada anak hal ini sulit dan jarang didapat, sehingga sebagian besar diagnose TB anak didasarkan atas gambaran klinis,gambaran foto Rontgen dada dan uji Tuberculin. Sehubungan dengan hal tersebut, maka Bidang P2P Dinas Kesehatan Kab. Banyuwangi pada hari Senin tanggal 13 Juni 2011 di RM Cengkir Gading melaksanakan Workshop TB pada anak dengan pembicara dr. Lusi Landia Setyawati, SpA dari RSUD Dr. Soetomo, Surabaya dan dr. Sri Redjeki SpA dari RSUD Blambangan, Banyuwangi.

workshoptb4Peserta yang hadir sejumlah 20 dokter puskesmas. Tujuan diadakan kegiatan ini menurut dr. Indah Sri Lestari.MMRS. selaku Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dokter di puskesmas untuk mendiagnosa TB pada anak dengan Sistem Skoring sesuai dengan Buku Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberculosis dan ISTC (International Standarts for Tuberculosis Care).

Proporsi  TB pada anak diantara penderita dewasa di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2010 mencapai 2,7 (46 penderita) ,  dengan meningkatnya kemampuan dokter puskesmas dalam mendiagnosa TB pada anak ini diharapkan dapat menemukan penderita lebih dini dan penderita bisa segera mendapatkan pengobatan, karena penyakit TB bisa disembuhkan dengan pengobatan yang teratur.