Wartawan dan Pemkab Duduk Bersama Bahas Sinergitas Kemitraan

BANYUWANGI – Wartawan dipandang sebagai corong untuk menyampaikan informasi  yang benar dan akurat kepada publik. Karena itulah, pemkab Banyuwangi mengajak para wartawan untuk berdialog dan duduk bersama, Selasa (13/12), di aula Palapa Hotel Ikhtiar Surya.

Menurut Abdullah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat selaku penyelenggara, acara ini diberi judul “Melalui Peran Wartawan Kita Aktualisasikan Kembali Wawasan Kebangsaan Yang Bersumber Kepada Pancasila dan UUD 1945”, dengan tujuan untuk  mensinergikan kemitraan antara wartawan dan pemkab. “Dialog ini dipandang perlu, mengingat fungsi wartawan dan media  bagi pemerintahan adalah sebagai penyedia  informasi, edukasi, persuasi dan kontrol bagi pemerintah,” tambahnya.

Nara sumber yang hadir antara lain  Bupati Abdullah Azwar Anas dan Wakapolres Kompol M. Aldian. Dalam paparannya, Bupati Anas menyampaikan progress report yang telah dicapai. Salah satunya adalah upaya  pemkab yang  saat ini tengah menumbuhkan ekonomi kreatif dengan cara membudayakan pemakaian batik lokal. “Selama bulan Desember, terkait hari ulang tahun Banyuwangi, saya menginstruksikan agar seluruh pegawai mengenakan batik lokal Banyuwangi lengkap dengan  udeng batik di kepala. Dan hasilnya, semua toko batik di Banyuwangi omset penjualan batiknya naik dan bahkan sampai kehabisan udeng,” ujar Bupati. Khusus untuk keberadaan wartawan, bupati mengatakan bahwa pemkab menempatkan wartawan sebagai pihak yang berperan penting untuk menjaga citra rakyat dan citra Banyuwangi. “Karena itu mari kita bersambungrasa dan mencari solusi terbaik bersama atas permasalahan-permasalahan yang kita hadapi. Wartawan tetap memberitakan berita yang baik tentang pemkab, dan tetap mengkritisi hal-hal yang tidak baik supaya nantinya berubah menjadi baik,” tambahnya.

Ada satu point penting  yang digarisbawahi oleh bupati, yaitu terkait penyebaran HIV/AIDS di Banyuwangi yang saat ini sudah mencapai kondisi memprihatinkan. “Saat ini penderita HIV/AIDS di Banyuwangi sudah mencapai 1015 kasus. Saya mengajak kepada semua wartawan agar bersama-sama dengan seluruh pegawai di jajaran pemkab Banyuwangi untuk memeriksakan darah guna memastikan apakah kita terkena HIV/AIDS atau tidak. Kita perlu dengan gencar mensosialisasikan bahaya AIDS kepada warga masyarakat. Bahkan sudah saya instruksikan, jika di Banyuwangi ada konser musik, pihak penyelenggara dan bintang tamu wajib berkampanye tentang HIV/AIDS. Kalau mereka tidak setuju, maka konsernya digagalkan saja,” tegas Bupati yang disambut tepuk tangan wartawan.

Nara sumber kedua, Kompol M. Aldian juga mengatakan bahwa wartawan punya porsi yang penting untuk bersama-sama polisi menciptakan kondisi yang kondusif. “Polisi memandang bahwa pembungkaman terhadap kebebasan pers selalu merupakan symptom awal perampasan kedaulatan rakyat dan suatu bentuk pengkhianatan terhadap wawasan kebangsaan. Karena itu, agar keduanya (polisi maupun wartawan,red) punya interaksi yang positif, maka masing-masing harus bisa menjalankan perannya dengan baik,” pungkasnya.

Ratusan wartawan baik dari media cetak maupun elektronik yang hadir menunjukkan apresiasinya dengan menyimak  apa yang disampaikan nara sumber dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait paparan tersebut. (Humas & Protokol)