Warga Rusunawa di Banyuwangi Diajari Limbah Rumah Tangga

BANYUWANGI – Bank Sampah Banyuwangi giat melakukan upaya pemanfaatan sampah rumah tangga. Salah satunya dengan mengajarkan ketrampilan mengelola sampah secara kreatif kepada penghuni rusunawa dan kader PKK Banyuwangi.

Seperti yang terlihat, Senin (12/3) di Aula Rusunawa, ratusan ibu dasa wisma, kader PKK dan warga rusunawa belajar membuat kerajinan dari sampah plastik. Seperti tas plastik, piring dan mangkuk dari koran hingga tas keranjang dari gelas air mineral bekas.

Mereka tampak asyik menyimak cara dan teknik yang disampaikan trainer dari Bank Sampah. Mulai mengolah bungkus plastik kopi, sedotan minuman dan koran bekas menjadi barang-barang yang unik. Seperti bros dan bunga dari sedotan, piring dan mangkuk dari koran bekas serta tas belanja dari plastik bekas bungkus minuman sacset.

“Ini pengalaman baru buat saya membuat karya dari bahan bekas. Selama ini, bahan-bahan seperti ini hanya kami buang, ternyata bagus juga ya untuk dibuat bunga,” kata Ferdiana (40), salah satu ibu yang ikut pelatihan.   

Selain ibu-ibu, dalam pelatihan ini tampak Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuwangi, Ny Ipuk Fiestiandany Azwar Anas bersama Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Ny Minuk Yusuf Widyatmoko, hadir mendampingi kader pkk.

“Dengan mengolah barang bekas menjadi barang yang bermanfaat seperti tas, piring dan pernak pernik yang lain sangat menguntungkan. Selain bisa membudayakan hidup bersih, juga bernilai ekonomi yang bisa meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga,” kata Ny Dhani Azwar Anas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi, Husnul Chotimah mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu cara pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk memimalisir dan mengurangi sampah yang banyak. “Dengan kita beri pelatihan seperti ini, harapannya mereka bisa menularkan ilmunya ke masyarakat yang lain. Dengan begitu, timbunan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) tak banyak lagi,” kata Husnul

Apalagi saat ini perkembangan pariwisata Banyuwangi tengah pesat, tentu sampah semakin menumpuk. Dalam sehari kata Husnul, rata-rata sampah yang diangkut ke TPSA 32 – 40 ton per hari. Itu belum kalau ada kegiatan yang masif dan besar, sampah bisa lebih dari itu.  

“Kalau kita tidak membuat inovatif dengan sosialisasi pengolahan sampah menjadi barang bernilai ekonomis, suatu saat TPSA pun akan penuh,” pungkas Husnul. (*)