Wamenhub Resmikan Rute Tanjung Wangi - Madura - Masalembo

      Banyuwangi-Setelah beberapa bulan tidak melayani pelayaran antar pulau, sejak Senin (7/3) Pelabuhan Tanjung wangi resmi melayani  pelayaran menuju Pulau Madura dan pulau-pulau kecil disekitar Madura.   Pelayaran ini akan dilayani oleh Kapal Perintis KM (Kapal Motor) Sabuk Nusantara 27 dengan rute Pelabuhan Tanjung wangi- Sapeken- Pagerungan Besar-Kangean-Sapudi-Kalianget-Masalembo-Surabaya PP. Pelayaran perdana ini diresmikan  oleh Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Dr.Ir. Bambang Susantoro,MCE. di pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi. KM sabuk Nusantara 27 ini akan ditempatkan di pelabuhan pangkal tanjung wangi.

       Ditempat yang sama Wamenhub juga meresmikan beroperasinya KM Sabuk Nusantara 28 yang akan melayani rute Pelabuhan Merauke-Bade-Agats-Pomako-Dobo dan Tual PP. yang akan ditempatkan di pelabuhan Pangkal Merauke. Pada kesempatan tersebut Bambang Susantoro juga menyaksikan penyerahan 2 kapal perintis tersebut dari Dirjen perhubungan laut kepada Kepala Administrator Pelabuhan Tanjung Wangi dan Pelabuhan Merauke untuk dioperasikan. Wamenhub mengatakan, tujuan dioperasikannya dua kapal ini selain untuk melayani masyarakat di pulau-pulau terpencil  juga bertujuan untuk mempersatukan dan mengintegrasikan pulau-pulau diseluruh nusantara lewat moda transportasi laut.kedua kapal tersebut milik Dirjen Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan, produk dalam negeri.

      Bupati Banyuwangi, Abdullah Awar Anas, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui kementrian perhubungan atas dioperasikannya 2 kapal perintis tersebut. Menurut Bupati, ini merupakan aksi kongkrit upaya pengembangan sarana transportasi laut yang dibutuhkan masyarakat. “Transportasi terbukti mampu menggerakan dan mendorong bangkitnya perekonomian dan berkembangnya kehidupan sosial masyarakat di daerah terpencil dan terisolir,” tegas Bupati Anas.

KM Sabuk Nusantara 27  mampu memuat penumpang 250 orang. Sedang KM Sabuk Nusantara 28 mempunyai kapasitas penumpang 265 orang.  Dua kapal milik Direktorat  Perhubungan Laut Kementrian perhubungan ini   dibangun dengan biaya Rp. 43.1 milyar.   ( Humas )