Wabup Yusuf: Warga Banyuwangi Kompak jaga Daerah

BANYUWANGI – Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko menegaskan jika Banyuwangi satu suara menyikapi kasus teror Bom yang terjadi di Surabaya pada Minggu dan Senin (13-14 Mei) lalu. Pihaknya bersama komponen forpimda bertekad akan saling menjaga sambil tetap mewaspadai segala sesuatu yang berpotensi menimbulkan ekses negatif.

“Forpimda Banyuwangi dan para tokoh agama maupun masyarakat Banyuwangi sudah sepakat untuk tetap kompak dan solid menjaga kedamaian Banyuwangi di tengah pluralisme yang ada. Kita semua saling jaga dan tetap mewaspadai segala sesuatu yang berpotensi menimbulkan hal negatif,” kata Wabup Yusuf pada acara Dialog Memperkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa membangun Kebersamaan dalam Keberagaman Berbasis Kearifan Lokal, di Kantor Pemkab Banyuwangi, Selasa (15/5).

Yusuf mengatakan, Banyuwangi merupakan daerah yang penduduknya terdiri atas beragam agama, suku dan budaya. Semua ini justru menguatkan Banyuwangi sebagai daerah yang menjunjung tinggi hak dan kebebasan beragama bagi pemeluknya. Ini terbukti Banyuwangi pernah meraih Harmony Award' atau Anugerah Kerukunan Umat Beragama dari Kementerian Agama (Kemenag) tahun 2017.

“Penghargaan ini diberikan lantaran Banyuwangi dinilai mampu mewujudkan kerukunan antar umat beragama dan mampu mengelola perbedaan dengan bijak. Penduduk Banyuwangi yang mayoritas muslim justru mengayomi pemeluk agama lainnya. Kita akan terus mempertahankan hal ini,” cetus Wabup.

Dijelaskan Yusuf, Banyuwangi sendiri dihuni oleh beragam umat beragama yang diakui pemerintah maupun aliran kepercayaan. Namun, kata dia, Banyuwangi tetap dalam kondisi yang terjaga kondisifitas wilayahnya.

“Kesbangpol punya semua data jumlah penduduk beserta agama dan aliran kepercayaannya. Termasuk aktivitas yang mereka lakukan, tapi alhamdulillah selama ini tidak ada gesekan maupun adu domba yang terjadi. Namun kami semua akan tetap meningkatkan pengawasan lebih intens, mengingat teroris ini telah menyebar di berbagai kota di Indonesia. Jadi kita tetap harus waspada,” cetusnya.

Acara tersebut juga menghadirkan pembicara Asisten Deputi VI Kesatuan Bangsa Kementrian Koordinator Politik Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenko Polhukam) Prof. Drs. Kusnaedi. Kusnaedi mengatakan bangga dengan Banyuwangi karena dengan latar belakang suku budaya agama yang beragam bisa membentuk komunitas yang menjaga kesatuan persatuan bangsa.

“Ini adalah bentuk keraifan lokal yang telah teruji dalam menciptakan kerukunan dan persatuan. Hal ini bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya,” ujar Kusnaedi.

Acara tersebut dihadiri Forum Pimpinan Daerah Banyuwangi dan Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama sekaligus ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi Moh, Yamin dan Kepala Badan Kesbangpol Banyuwangi Wiyono.