Sosialisasikan Program, Bupati Jalin Silaturrahim Dengan Kyai Dan Tokoh Agama

Banyuwangi-Sosialisasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terhadap program-program yang sifatnya segera, dilakukan serentak di berbagai lini. “Jika bupati-bupati terdahulu mengundang para kyai dan tokoh agama ke pendopo untuk membicarakan hal-hal yang penting,  saya lebih mengutamakan keliling mendatangi mereka,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, MSi kepada segenap audiens yang memenuhi masjid Mamba’ul Ula, yang berada di kawasan LDII Kertosari, Kamis ( 16/6 ).

Acara yang diselenggarakan oleh Bakesbangpol dan Linmas Pemkab Banyuwangi tersebut menghadirkan para kyai dan ulama se Kabupaten Banyuwangi, khusus untuk membahas masalah krusial di Banyuwangi. “Meski yang ada di hadapan saya kali  ini hanya  perwakilan dari beberapa kyai dan tokoh agama  tapi sebenarnya saya sudah banyak menyampaikan pokok bahasan ini didepan banyak umat,” tambah Bupati Anas.

Hampir senada dengan yang disampaikan dalam rapat Kepala Desa di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Bupati memandang perlu untuk mensosialisasikan masalah karaoke dan lokalisasi. Yaitu  dibatasinya jumlah PSK baru dan pembangunan lokalisasi baru. “Tidak boleh ada penambahan bangunan baru untuk lokalisasi. Dan selama Ramadhan 1432 H mendatang harus tutup,”tegasnya. Untuk penertiban PSK ini, nantinya akan dilakukan pendekatan secara manusiawi dan bertahap. Khusus PSK dari luar daerah sebisa mungkin akan dipulangkan ke tempat asalnya. Sementara PSK yang asli Banyuwangi akan diberi pembinaan secara bertahap. Mereka nantinya akan diberi keterampilan, disediakan lapangan pekerjaan dan juga akan difasilitasi untuk mendapatkan kredit lunak guna membuka usaha. Di lokalisasi itu sendiri juga akan di pasang kamera CCTV  di setiap pintu masuk yang nantinya bisa mengontrol siapa saja yang menjadi pengunjungnya.

Terkait bantuan sosial untuk pembangunan masjid, Pemerintah Kabupaten tidak bisa mengeluarkan dana diatas 100 juta rupiah.”Karena itu untuk menyiasatinya, saya dan beberapa pejabat akan menyumbangkan dana pribadi. Insya Allah dalam waktu dekat  dananya sudah terkumpul,”tambah Bupati Anas. Perbincangan yang lain terkait infrastruktur, penataan kos-kosan yang disewakan untuk hal-hal yang tidak jelas, tempat parkir di depan Masjid Baiturrahman yang kumuh, kesulitan anak-anak seusia SMP dan SMA dalam membaca Al-Quran, dan lesehan-lesehan tepi jalan yang penerangannya kurang, juga turut dibahas. Intinya penanganan terhadap semua permasalahan tersebut akan dicarikan solusi bersama. Tentunya dengan dukungan para alim ulama dan semua anggota masyarakat, semua permasalahan akan teratasi.(HUMAS)