Universitas Kadiri Belajar Parwisata ke Banyuwangi

BANYUWANGI – Terinspirasi progres pariwisata Banyuwangi yang mampu mendongrak pertumbuhan ekonominya, mahasiswa Universitas Kadiri, Kabupaten Kediri, Jawa Timur  melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi, Jumat (10/01/2019).

Rombongan mahasiswa Fakultas Ekonomi yang berjumlah 220 itu dipimpin Rektor Universitas Kadiri,  Djoko Rahardjo.

Dikatakan Djoko, dipilihnya Banyuwangi sebagai tujuan studinya, lantaran Banyuwangi dinilai memiliki berbagai prestasi yang bagus terutama dibidang pariwisata dan ekonomi.  Kemajuan Banyuwangi di bidang pariwisata ini, membuat Banyuwangi menjadi alternatif tujuan wisatawan baru di Indpnesia. Apalagi banyak media yang mengabarkan prestasi Banyuwangi  yang excellent, utamanya di bidang pariwisata.

“Kemajuan dan prestasi inilah yang menjadi motivasi  kami untuk datang ke Banyuwangi. Kami juga ingin tahu bagaimana progres pariwisata di Banyuwangi yang katanya tidak memerlukan anggaran besar namun bisa mendongkrak kunjungan wisatawan ke Banyuwangi.,” ujarnya.  

Dari hasil ini, kata dia,  akan dijadikan bahan belajar mahasiaqa Universitas Kadiri dalam menyelesaikan tugas akhirnya. Diantaranya penekanan inflasi, peningkatan pendapatan per kapita, indeks daya beli masyarakat, dan produk domestik bruto yang dinilai sangat baik jika dilihat dari tingkat rata-rata nasional.  

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, melalui video call-nya menyambut hangat kedatangan rombongan ratusan mahasiswa ini. Mereka diterima di Pendopo Shaba Swagata Blambangan.

Dikatakan Bupati Anas, bagi Banyuwangi, sektor pariwisata menjadi salah satu pengungkit sektor lainnya yang saling bersinergi dalam menumbuhkan perekonomian.

Dalam mengembangkan pariwisatanya, kata Anas, Banyuwangi konsisten melakukan promosi daerah melalui event kreatif bertajuk Banyuwangi Festival. Tahun 2020 ini ada 123 even digelar sepanjang tahun sebagai cara mengungkit kunjungan wisatawan.

Sedangkan untuk pengembangan obyek pariwisata, Banyuwangi tak meniru dearah lain. Cukup memaksimlakan potensi pariwisata yang ada. Seperti gunung, pantai, perkebunan, hutan dan persawahan menjadi destinasi yang siap dikunjungi wisatawan.

“Beberapa destinasi wisata harus bagus aksesnya, kecuali yang memang dikonsep adventure. Untuk akses ini, kami melengkapi infrastruktur pendukungnya. Seperti bandara dan  pembangunan jalan menuju akses wisata,” ujarnya. 

Geliat bisnis dan pariwisata di Banyuwangi bisa dilihat jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung di Banyuwangi pada tahun 2018 ada 127.420 ribu. Adapun wisatawan domestik di tahun 2018 mencapai 5,2 juta.

Selain sektor pariwisata, Banyuwangi juga melakukan banyak hal untuk memajukan daerah. Diantaranya, menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan pendapatan perkapita penduduk. “Dari hasil tersebut pendapatan per kapita rakyat tahun 2018 ini Rp 48,75 juta per orang per tahun. Dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kita tahun 2018 ini Rp 78,48 triliun,” pungkasnya. (*)