Sumbawa Barat Inspirasi Banyuwangi Kelola Pertambangan

BANYUWANGI – Ini momen yang sangat istimewa bagi Banyuwangi, pasalnya Rabu (20/7), Bupati Abdullah Azwar Anas kedatangan tamu khusus, Bupati Sumbawa Barat, Dr.KH. Zulkifli Muhadli untuk sharing pengelolaan pertambangan.

Bertempat di Ruang Sidang Paripurna Gedung DRPD Banyuwangi, dengan disaksikan Bupati Anas bersama Forum Pimpinan Daerah (FPD) bersama anggota dewan dan pejabat teras pemkab, orang nomor satu di Sumbawa Barat ini memaparkan bagaimana mengelola pertambangan di sana.

Selama beroperasinya pertambangan di Sumbawa Barat, kata Bupati Zulkifli, daerah tidak mendapatkan manfaat dari pertambangan tersebut. Karena, kontribusi pertambangan terhadap PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Sumbawa Barat sangat tinggi sekitar 94 persen, tidak langsung dinikmati oleh penduduknya atau hampir semuanya menguap ke luar Sumbawa. “Sharing keuntungan lebih banyak di dapat pihak ketiga (pengelola) bukan masyarakat Sumbawa. Padahal kita yang terkena imbas limbahnya,” keluh Bupati Zulkifli.

Akhirnya, lanjut Bupati Zulkifli, solusi Pemkab Sumbawa menaikan prosentase sharing (saham) terhadap daerah hingga 17,5 persen dari keuntungan yang didapat pengelola. Pertambangan itu, kata Bupati Zulkifli,  berada diantara dua hal yaitu manfaat atau bencana. “Tinggal kita akan pilih yang mana,?”  Seperti contoh, tambang Freeport di Mimika, Papua. Semua orang tahu dulunya Mimika kaya ikan dan kekayaan alam. Namun sejak kawasan itu ditambang, rakyat jatuh miskin dan menjadikan Mimika salah satu daerah tertinggal di Indonesia.  Karena, limbah pertambangan dibuang ke sungai dan laut menyebabkan sungai kering dan ikan mati.

Agar tidak salah mengambil kebijakan, Bupati Zulkifli menyarankan kepada Bupati Anas agar mempersulit izin apapun terkait non renewable resources ( sumber daya alam tidak terbarukan). “Kita akan berdosa pada rakyat, karena tambang itu bukanlah warisan nenek moyang kita tetapi merupakan titipan untuk anak cucu kita,” ujarnya seraya  disambut tepuk tangan hadirin.

Menyikapi paparan Bupati Zulkifli, Bupati Anas tertarik dengan upaya yang dilakukan Sumbawa Barat. “Sumbawa Barat punya case yang unik  tentang pertambangan, dan case ini menjadi inspirasi  bagi Pemkab Banyuwangi untuk menghadapi birokrasi korporasi,”tutur Bupati Anas. Ditambahkan Bupati Anas bahwasanya Bupati Zulkifli telah memperjuangkan dan mengupayakan supaya tambang bisa dimanfaatkan  oleh rakyat dan untuk rakyat. “Apa yang dilakukannya untuk mendapatkan golden share (saham emas) untuk rakyat Sumbawa Barat telah  mendapatkan apresiasi dari  pemerintah pusat,” ujar Bupati Anas. (Humas)