Sukses Naikkan Produksi Padi Tahun 2011 Hingga 11,23 Persen Banyuwangi Terima Penghargaan Presiden

Tahun 2011 produksi padi di Kabupaten Banyuwangi mencapai 717.193 ton. Angka ini naik sebesar 11,23 persen, dibanding tahun 2009 yang hanya mencapai 664.809 ton. Karena dinilai sukses menaikkan produksi padi diatas 5 persen per tahun, Banyuwangi mendapatkan penghargaan dari Presiden RI.  Penghargaan ini sebagai apresiasi terhadap pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang telah mensukseskan Program Peningkatan Beras Nasional (P2BN). Penghargaan diserahkan Dirjen Tanaman Pangan Kementrian Pertanian, Ir. Udhoro Kasih Anggoro, MS kepada Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiatmoko, S.Sos, di kantor Kepala Desa Sempu, Rabu (13/4).

Penghargaan dari Presiden RI diserahkan bersamaan dengan panen raya padi dengan menggunakan Teknologi Organik di desa Sempu, Kecamatan Sempu. Menurut Dirjen Tanaman Pangan, produksi padi Banyuwangi dengan menggunakan teknologi organik bisa mencapai 10,3 ton per hektar. Angka ini melampaui rata-rata produksi nasional yang hanya mencapai 5,1 ton per hektar, bahkan Banyuwangi bisa melampaui rata-rata produksi padi Jawa Timur yang mencapai 6,4 ton per hektar. Dengan menggunakan teknologi organik, produksi padi akan ada peningkatan antara 1 hingga 3 ton per hektar, “ Apabila 220 ribu hektar sawah di Banyuwangi menggunakan pupuk dan teknologi organik, akan ada peningkatan produksi  padi sekitar 20 persen, ini akan menjadi kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional,” kata Udhoro.

Dalam kesempatan tersebut kepada para petani, Udhoro berharap agar teknologi organik ini terus di kembangkan dan disebarluaskan. Karena terbukti dengan teknologi ini telah mampu meningkatkan produksi  dengan tetap menjaga keseimbangan alam sekaligus meningkatkan ketahanan pangan Nasional  “Dalam peningkatan usaha pertanian harus tetap menjaga keseimbangan ekologi, agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap manusia. Munculnya fenomena ulat bulu di beberapa tempat adalah contoh terganggunya keseimbangan ekologi, karena itu petani harus tetap memperhatikan lingkungan dengan selalu menggunakan  produk  organik untuk mengembalikan keseimbangan ekologi,” pinta  Udhoro.

Acara panen perdana padi dengan menggunakan pupuk dan teknologi organik ini selain dihadiri Dirjen Tanaman Pangan dan Wakil Bupati juga dihadiri Dirut PT.Pertani, Muspida, dan Sekretaris Daerah Banyuwangi.  Menurut Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko terselenggaranya kegiatan ini merupakan titik tolak yang baik untuk mengawali penggunaan teknologi organik khususnya di bidang pertanian. Wabup Yusuf juga mengapresiasi kesuksesan petani yang telah berhasil mengembangkan pupuk organik. “Panen perdana kali ini merupakan momentum yang lain dari biasanya, karena sekaligus merupakan ajang promosi dari hasil produksi padi yang telah dicapai oleh para kelompok tani di Desa Sempu, Kecamatan Sempu. Kecenderungan para petani diharapkan bisa berubah lebih condong menggunakan pupuk organik bagi tanaman padinya sehingga nantinya dapat tercipta pemantapan didalam usaha tani padi yang memacu produktifitas yang lebih baik lagi,” tandas  Wabup

Pada kesempatan itu Wakil Bupati berharap dukungan kebijaksanaan dan program pembangunan pertanian secara utuh dan terpadu, terus dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Camat beserta jajarannya. Kemampuan kelembagaan pengelola, pelayanan dan ekonomi di bidang pertanian juga harus terus ditingkatkan agar Banyuwangi mampu menghasilkan produk-produk pertanian berkualitas dengan kuantitas yang memadai yang mampu mendukung program Peningkatan Ketahanan Pangan

Lebih jauh Wabup Yusuf   menyampaikan  pemerintah telah mengupayakan berbagai terobosan agar bisa mendongkrak produksi padi untuk memenuhi target nasional, misalnya dengan memberikan bantuan kepada para kelompok tani berupa sarana produksi baik benih maupun pupuk organik. Wabup Yusuf menghimbau kepada para petugas teknis pertanian  agar melaksanakan beberapa langkah strategis diantaranya selalu mensosialisasikan kepada masyarakat tani untuk membudidayakan padi dengan menggunakan pupuk organik untuk memperbaiki kesuburan tanah yang semakin menurun, menumbuhkembangkan derah sentra produksi padi dengan areal pertanaman yang intensif, pemantapan daerah sentra produksi padi dengan pembinaan kelompok tani secara intensif, dan pengembangan pembuatan pupuk organik/bokashi, agensi hayati untuk pertumbuhan dan pengendalian hama penyakit. (Humas).