SMKN 1 Banyuwangi Raih Predikat Pengguna Wifi Tertinggi Se-Indonesia

BANYUWANGI – PT TELKOM menganugerahkan penghargaan kepada SMKN 1 Banyuwangi, Sabtu (17/8). Tak main-main, SMKN 1 Banyuwangi mendapat predikat sebagai sekolah pengguna wifi tertinggi se-Indonesia, melampaui kota besar lainnya. Ini merupakan berita baik pasca di-launching-nya Banyuwangi Digital Society (B-Diso) 9 Maret lalu.

Kepala Sekolah SMKN 1 Banyuwangi Drs. H. Karimullah, MPd mengatakan, pihaknya sangat surprise atas penghargaan yang diberikan PT TELKOM ini. Sebab sejak awal penggunaan wifi di sekolahnya untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, sama sekali pihak sekolah tidak pernah kepikiran untuk menjadi pengguna wifi tertinggi, apalagi sampai memperoleh penghargaan. “Kami sebenarnya sudah cukup lama menggunakan jaringan wifi di sekolah ini. Namun puncaknya setelah Bupati Abdullah Azwar Anas menambahkan 8 titik wifi, penggunaannya semakin intens dilakukan. Guru-guru memberikan penugasan kepada siswa melalui  wifi, sehingga mau tidak mau siswa juga memanfaatkan akses wifi tersebut untuk mengerjakan tugasnya,”jelas Karimullah. Saat ini, di sekolah yang dipimpinnya, lanjut Karimullah, telah tersedia jaringan internet sebesar 12,512 MBPS, dengan rincian dari Telkom sebesar 10 MB, jaringan pendidikan nasional (jardiknas) 512 KB, dan dari operator swasta 2 MB. Total 20 titik akses tersebar di seluruh penjuru sekolah.

Menurut kepala sekolah yang hampir 6 tahun memimpin SMKN 1 Banyuwangi ini, wajar apabila penggunaan wifi sangat tinggi. Ada 7 program keahlian dimana guru memberikan tugas kepada siswa lewat wifi. Antara lain program Multi Media, Teknik Komputer Jaringan, Rekayasa Perangkat Lunak, Akomodasi Perhotelan, Adiministrasi Perkantoran dan Administrasi Pemasaran. “Kebetulan sarana dan prasarananya memungkinkan, seperti tempat yang luas dan ada 6 gazebo yang bisa  dimanfaatkan siswa untuk mengerjakan tugasnya. Sisanya biasanya terlihat di masjid atau di pojok-pojok sekolah seperti parkiran, lapangan basket, dan teras-teras kelas. Pada tiap ruangan juga sudah ada LCD, dan ketika masuk ruangan sudah terakses internet,”tutur Karimullah.

Di sekolah yang terletak di Kecamatan Giri ini semua anak punya laptop. Ketika mereka masuk semester 2, mereka diwajibkan berlaptop. “Pada mulanya, ketika kami menerapkan hal ini, banyak wali murid yang protes. Tapi sekarang  begitu tahu kegunaannya, mereka tidak lagi mempermasalahkan,”tandasnya. Uniknya, meski tiap hari para siswa membawa laptop, mereka tahu kapan harus membuka laptopnya. Kata Karimullah, laptop hanya dibuka pada jam-jam tertentu, seperti jam istirahat, pada jam pelajaran yang memang menggunakan akses wifi, dan jam sepulang sekolah. Traffic tertinggi terjadi pada pukul 13.00 WIB ke atas. Meski traffic tertinggi di luar jam-jam sekolah, pihak  sekolah tak khawatir, sebab wifi yang digunakan adalah wifi yang sehat, yang sudah difilter dari pornografi.

Atas prestasinya tersebut, PT TELKOM menganugerahkan penghargaan berupa sertifikat, laptop dan pemasangan akses point internet di aula.  Penyerahannya  dilakukan oleh Kepala Kantor TELKOM Banyuwangi Putro Dewanto yang mewakili Direktur  Utama TELKOM Arief Yahya. Penghargaan tersebut diserahkan bertepatan dengan pelaksanaan upacara bendera 17 Agustus yang dilaksanakan di sekolah itu. “Ini kado HUT ke-68 RI dari SMKN 1 Banyuwangi untuk Bumi Blambangan,”kata Karimullah. Atas apa yang telah diupayakan seluruh dewan guru untuk peningkatan kualitas siswanya tersebut, Karimullah optimis anak-anak binaannya bisa menjadi aset bangsa. “Selama ini tiap lulusan SMK dianggap menjadi beban negara, namun sekarang mereka sudah dibekali dengan keterampilan. Anak-anak terampil hidup dimana saja bisa,”ujarnya.

Berdasarkan data PT Telkom, SMKN 1 Banyuwangi menjadi pengguna wifi tertinggi, dengan jumlah pengguna mencapai 3765 user per bulan. Sementara runner up diraih SMK Sandy Putra Malang dengan rata-rata user per bulan 3564 user, disusul MAN Malang dengan rata-rata 3433 user per bulan.  ((Humas & Protokol)