Siap Difungsikan, Pemkab Tengah Tawarkan Dormitory Atlet Untuk Disewakan Secara Profesional

BANYUWANGI –  Wisma Atlet Gelora yang terletak di area gelanggang olahraga (GOR) Tawangalun telah selesai dibangun pada  Oktober 2018 lalu. Saat ini gedung yang difungsikan sebagai dormitory atlet tersebut siap untuk difungsikan. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi saat ini masih proses mencari calon penyewa dormitory agar bisa dikelola secara profesional.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mujiono mengatakan setelah selesai pada Oktober lalu, Pemkab Banyuwangi mulai menawarkan kepada pihak ketiga untuk pengelolaan Wisma Atlet Gelora. Namun Pemkab tidak ingin terburu-buru karena ingin dormitory tersebut bisa dikelola secara profesional.

“Kami masih menunggu pengelola yang pas. Karena kami ingin dormitory atlet yang sudah dibangun oleh Pemkab bisa dikelola secara baik, tidak hanya memberikan profit namun bangunannya juga terjaga sustainability-nya,” kata Mujiono.

Mujiono pun mencontohkan, saat ini sudah ada beberapa aset Pemkab yang dipegang oleh pihak ketiga dan berjalan dengan baik. Seperti Hotel Wisma Blambangan dan Hotel di area Wisata Osing yang dikelola oleh grup Sahid Hotel. Pengelolaan keduanya berlangsung secara profesional dan mampu memberikan pemasukan bagi kas daerah.

“Contohnya Hotel Wisma Blambangan dikelola oleh pihak ketiga dengan harga sewa Rp. 350 juta setahun. Sebelum masa sewanya habis sudah bisa mencapai BEP (break event point). Maksudnya biaya yang dikeluarkan oleh Pemkab untuk merenovasi sudah bisa kembali ke kas Pemkab dan selanjutnya Pemkab mendapatkan keuntungan sebagai pemasukan daerah. Terhadap dormitory di atas, kami juga melakukan prosedur yang sama, selektif terhadap penyewanya,” ujar Mujiono.

Pembangunan Wisma Atlet Gelora sendiri lanjut Mujiono memang dilaksanakan secara bertahap. Pembangunannya dimulai pada 2014 dan baru benar-benar rampung pada bulan Oktober tahun ini.

Muji lalu merinci pelaksanaan pembangunannya. Dimulai 2014 dilakukan berupa pekerjaan struktur utama lantai 1-4 serta penyelesaian arsitektur lantai 1 dan 2. Anggaran yang dihabiskan sebesar Rp. 4,8 miliar.

“Tahun awal kami gelontor banyak, karena saat itu memang didorong untuk wisma atlet Porprov 2015 yang diikuti ribuan atlet. Karena saat itu, di Banyuwangi masih sangat terbatas kamar hotel yang tersedia, makanya kami membangun dormitory tersebut. Alhamdulillah, pekerjaannya sesuai target,” kata Mujiono.

Di 2015 pembangunan dilanjutkan dengan pekerjaan arsitektur lantai tiga dan empat dengan dana sebesar Rp. 2,8 M. Pada 2016 dilakukan pekerjaan lanjutan dengan anggaran Rp. 198 juta. Di 2017 dilakukan pekerjaan electrical dan mekanikal bangunan dengan anggaran Rp. 700 juta. Dan di 2018 dilakukan finishing landscape, sanitary, dan pagar lantai 5 dengan dana Rp. 198 juta.

“Sengaja tidak langsung kami gelontorkan dana untuk penyelesaiannya pekerjaannya, karena ada infrastruktur lain yang lebih mendesak dilaksanakan. Seperti pembangunan jalan penghubung dan jembatan di pedesaan. Hal yang sama juga kami lakukan di Bandara Banyuwangi, butuh waktu empat tahun lebih untuk penyelesaiannya,” papar Mujiono.

Wisma atlet Gelora dibangun lima lantai. Lantai satu difungsikan sebagai lobby, lounge, kantor, dapur, toilet dan area parkir. Lantai 2-4 memiliki fasilitas 9 kamar di masing-masing lantai. Tiap kamar bisa ditempati oleh 4-5 orang. Setiap lantai tersebut juga dilengkapi dengan kamar mandi luar untuk pria dan wanita dan ruang televisi. Lantai lima akan dilengkapi taman dan cafe rooftop.

Sementara itu Kepala Badan Pendapatan Keuangan dan Aset (BPKAD) Samsudin menambahkan pihaknya telah melakukan penilaian terhadap aset dormitory Wisma Atlet Gelora yakni nilai sewanya sebesar Rp. 150 juta setahun.

“Nilai sewa tersebut salah satunya disesuaikan dengan konsep dormitory yang pastinya sewa kamarnya lebih murah daripada hotel. Selain itu kami menyewakan gedung dormitory tanpa mengisi perlengkapannya,” ujar Samsudin.

Penawaran dormitory sudah dilakukan sejak awal 2018, tapi saat ini masih menunggu pihak yang memberikan penawaran terbaik. “Kami masih bersabar, karena ingin mendapatkan pengelola yang terbaik,” pungkasnya. (*)