SERIBU PEMUDA TANI PEDESAAN IKUTI DIKLAT KEWIRAUSAHAAN AGRIBISNIS

Banyuwangi- Sekitar seribu orang pemuda tani pedesaan yang ada di Kabupaten Banyuwang, mengikuti diklat kewirausahaan agribisnis. Acara yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Kerukunan Tani Indonesia ( DPC HKTI ) Kabupaten Banyuwangi dilaksanakan , sabtu (5/3)  di Balai Desa Benculuk Kecamatan Cluring. Diklat merupakan proses pembelajaran yang berkelanjutan, yang diawali dengan proses belajar kemudian berlatih dan dilanjutkan dengan tindakan sebagai aplikasi hasil belajar, yang pada akhirnya dapat mencapai apa yang disebut dengan sukses yang berkelanjutan. Selain peningkatan pengetahuan, kemampuan dan produktivitas, Diklat juga merupakan upaya untuk pengembangan sumber daya manusia terutama untuk aspek kemampuan intelektual dan   manusia.

Ketua Umum DPD HKTI Jatim H. Mustofa, menyampaikan merasa senang dan bangga, bisa bertemu dan berbicara langsung dihadapan pemuda khususnya pemuda tani, dalam rangka pelaksanaan diklat kewirausahaan bagi pemuda tani.

“ karena   para pemudalah yang akan menentukan masa depan pembangunan Indonesia khususnya pada sektor pertanian”, ungkap Mustofa.

Mustofa juga menjelaskan bahwa saat ini perkembangan wirausahawan di Indonesia relative lambat dibanding dengan Negara-negara tetangga. Wirausahawan Indonesia baru mencapai 0,24% dari populasi penduduk Indonesia, sedangkan Singapura memiliki 7,2%, Malaysia 2,1% dan Thailand 4,1% dari populasi penduduknya.

Sementara itu untuk membangun ekonomi yang maju dibutuhkan 2% dari populasi penduduk Indonesia atau sebesar kurang lebih 4,6 juta wirausahawan. Oleh karena itu, lanjut Ketua Umum DPD HKTI Jatim, adalah suatu langkah yang sangat strategis jika di Kabupaten Banyuwangi dilaksanakan diklat kewirausahaan bagi pemuda tani, ujar Bupati Mojokerto itu.

Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya menjelaskan, Kabupaten Banyuwangi ini memiliki banyak potensi dan keunggulan yang belum dapat tergali secara optimal. Dalam RPJMD Kabupaten Banyuwangi 2011 – 2015 disebutkan bahwa sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar PDRB Kabupaten Banyuwangi. Dalam satu dekade terakhir sumbangan sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Banyuwangi sekitar 50%. Nilai ini jauh lebih besar jika dibandingkan dengan PDRB Nasional. Selain itu sektor pertanian merupakan penyerap angkatan kerja terbesar. Ketika sektor lain belum mampu menyerap banyak tenaga kerja, sektor pertanian dapat berfungsi sebagai katup pengaman untuk mengatasi masalah pengangguran, ungkap Bupati

Acara ini dihadiri oleh Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas, MSi yang didampingi Kepala Dinas Pertanian Ade Hidayat, Kepala Bappeda Suhartoyo, Kabag Humas Arief Setiawan dan Gapoktan serta para tokoh masyarakat Kecamatan Cluring. Selain itu juga Nampak hadir Ketua Umum DPD HKTI Jawa Timur yang juga Bupati Mojokerto H. Mustofa Kemal Pasha.(Humas)