Semangati Anak Muda Daerah, Banyuwangi Kembali Hadirkan Motivator Disabilitas

BANYUWANGI – Anak-anak muda Banyuwangi kembali mendapatkan suntikan semangat untuk maju dan terus mengembangkan potensi diri.  Kali ini, pemkab mengundang Ivan Putra Okta (29), pemuda disabilitas yang sukses mengembangkan potensi diri dengan menggeluti berbagai bidang sekaligus.

Siang itu, Kamis (23/1/2020)  Pendopo Banyuwangi dipenuhi ratusan anak muda daerah, mulai mahasiswa, pelajar sekolah umum,  hingga pelajar dan para penyandang disabilitas. Mereka berkumpul untuk mendengarkan kisah perjalanan Ivan Putra Okta, seorang pemuda dengan gangguan pendengaran (tuli) yang begitu menginspirasi.

“Kami mengundang Mas Ivan agar anak-anak muda Banyuwangi bisa mengambil pelajaran atas kegigihan beliau menjalani hidup, bahwa semuanya bisa asal mau berupaya dan tidak menyerah untuk memperjuangkan keinginan dan cita-cita,” kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan, Suratno saat membuka kegiatan.

Pada moment tersebut Ivan Putra Okta membuka sesi motivasinya dengan mengajak anak-anak muda Banyuwangi untuk memahami potensi dirinya. Dengan menggunakan bahasa isyarat dan dibantu oleh seorang penerjemah, Ivan pun mengajak agar mereka berani untuk mengembangkan potensi itu hingga mencapai kesuksesan.

“Semua hal positif harus bisa kita lakukan meski dengan keterbatasan,” kata Ivan.

Ivan menceritakan, sebagaimana anak-anak berkebutuhan khusus lainnya, Ivan juga menjalani pendidikan di sekolah luar biasa (SLB). Bersekolah di SLB memberikan peluang yang sangat luas baginya untuk mengeksplore potensi diri. “Saya aktif ikut kegiatan disekolah dan menjadi lebih percaya diri. Rasa percaya diri itu terus saya pupuk dan saya bawa hingga masuk ke dunia kuliah,” kata Ivan.

Ivan sendiri melanjutkan pendidikannya sebagai mahasiswa jurusan Design Komunikasi Visual (DKV) Unikom Bandung. Saat ini ia berada di tahap akhir dan tengah menyelesaikan skripsi.

“Saya berupaya keras untuk bisa mengikuti kegiatan perkuliahan. Meskipun terkadang saya menemui kendala untuk memahami penjelasan dosen, namun saya mencari cara untuk tetep bisa mengikuti mata kuliah. Salah satunya dengan meminjam catatan teman untuk dibaca di rumah,” kata Ivan yang disambut tawa peserta yang hadir.

Sejak menjalani kuliah, Ivan menemukan kegiatan yang sangat disukainya yaitu  bidang fotografi. Dia pun menggelutinya dengan serius dan tidak malu ataupun minder untuk menimba ilmu dari rekan-rekannya. Hingga saat ini ia menjadi seorang fotografer profesional yang biasa menangani berbagai permintaan fotografi baik foto produk komersial, lanskap dan wedding.

“Saya bersyukur meskipun saya memiliki kekurangan, tapi tetap dipercaya klien untuk menangani project bahkan mereka mengapresiasi dengan baik. Saat ini, saya juga aktif dibidang videografi ” ujar Ivan.

Ivan juga sempat menceritakan pengalamannya bergabung sebagai driver aplikasi angkutan online. Pekerjaan ini dilakoninya di sela aktivitas lainnya untuk menambah penghasilan. Menurutnya ada tantangan tersendiri bagi seorang disabilitas sepertinya untuk bisa bergabung dengan operator aplikasi tersebut. Karena selama ini masih banyak perusahaan yang belum memahami hak maupun kemampuan penyandang disabilitas dalam menggeluti berbagai profesi.

“Kebetulan saya sudah punya SIM A dan terbiasa membawa kendaraan pribadi, maka saat ada tawaran dari teman untuk ikut menjadi driver online saya coba tapi ternyata sempat terjadi masalah saat mendaftar, karena salah satu persyaratan harus memiliki SIM D (SIM untuk disabilitas),” ujarnya.

Ivan pun berupaya mencari jalan keluar, agar SIM A miliknya bisa diakui dan tidak perlu memiliki SIM D. Karena dengan memiliki SIM A berarti ia sudah memiliki kemampuan yang setara dengan warga umum lainnya.

"Menjdi driver online pun saya terus berpikir bagaimana bisa berkomunikasi dengan baik ke penumpang. Mulai dari tulisan yang menerangkan saya seorang tuli, hingga membuat gambar bahasa isyarat untuk membantu komunikasi ringan dengna penumpang," kata Ivan. 

Sementara itu, melalui sambungan facetime Dani Azwar Anas selaku Ketua Yayasan Kesejahteraan dan Pendidikan (YKPTI) tuna indera menyampaikan apresiasinya kepada Ivan yang telah bersedia berbagi kisah dan semangat pantang menyerah kepada anak-anak muda Banyuwangi. Dani meminta agar kegigihan Ivan dalam memperjuangkan apa yang dicitakannya bisa menginspirasi anak muda Banyuwangi.

“Ivan adalah contoh bahwa dimana ada kemauan, tidak ada yang tidak bisa. Kerja keras dibarengi dengan inovasi juga menjadi cara untuk mempermudah pekerjaan kita,” kata Dani. (*)