Sekarang Buat Paspor Bisa di Banyuwangi

L Banyuwangi - Kini untuk mengurus paspor, warga Banyuwangi tak perlu lagi mengurus keluar kota. Unit Layanan Paspor (ULP)  kini dibuka di Banyuwangi. Unit Layanan Paspor sendiri merupakan perwakilan dari Kantor Imigrasi Kelas II Jember. "Seringkali masyarakat Banyuwangi terkendala jarak dalam mengurusi paspor. Mereka harus ke Jember terlebih dahulu untuk mengurusnya. Apalagi jarak yang ditempuh cukup jauh. Sekarang, urus paspor cukup di Banyuwangi," ungkap Kepala kantor imigrasi kelas II Jember, Rudiara Rahmat Kosasih saat soft launching ULP, senin (19/12). Kantor ULP ini beralamat di Jalan Lingkar Ketapang, Kalipuro, Banyuwangi. Sebagai daerah yang terluas di Jawa Timur, yang dinilai sudah mulai berkembang pesat di sektor ekonomi dan pariwisata, Rudiara mengatakan keberadaan unit pelayanan ini menjadi fasilitas penting.  "Apalagi di Banyuwangi tingkat ekonominya cukup signifikan, dan sudah ada bandara Banyuwangi serta sebentar lagi aka ada pelabuhan pesiar dan yacth," jelasnya Selain itu, ULP tersebut di buka di Banyuwangi untuk memberikan pelayanan bagi Tenaga Kerja Indonesia. "Selama ini, banyak TKI yang kerja di luar negeri, pengurusan paspornya di luar daerah. Sehingga pengawasan pada calon TKI tersebut kurang," ujarnya.  Akibat pengawasan yang rendah itu, mengakibatkan banyak buruh migran dari Banyuwangi yang sebenarnya tak memenuhi syarat, bisa berangkat ke luar negeri. "Dengan adanya pelayanan paspor di Banyuwangi, semua proses pengurusan TKI bisa dilakukan di Banyuwangi semua," paparnya.  Fungsi ULP Banyuwangi ini sendiri, tidak hanya mengurusi  pembuatan paspor saja. Di Unit Layanan Paspor Kantor Imigrasi Jember kelas II ini, juga bisa melayani warga negara asing yang datang ke Banyuwangi. "Untuk kabupaten Banyuwangi, ditempatkan sebagai kantor pemeriksaan imigrasi. Pengunjung luar negeri juga bisa kami berikan izin masuk dan tempat tinggalnya. Jadi tidak harus mengurus ke Bali atau Jakarta," jelasnya. Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko saat meresmikan kantor tersebut berharap, ke depannya ULP tersebut bisa menjadi kantor imigrasi tersendiri untuk memberikan pelayanan yang maksimal. "Tapi meskipun ini unit, pelayanannya sudah sama dengan kantor," ujarnya.  Yusuf menambahkan, layanan unit paspor ini, harapannya bisa memudahkan masyarakat Banyuwangi dalam mengurus paspor. "Kami mengucapkan selamat, mudah mudahan bisa berjalan baik. Sehingga nanti juga bisa melayani warga asing yang masuk ke Banyuwangi. Dan untuk masyarakat Banyuwangi tidak perlu jauh jauh lagi mengurus paspor. Dan cukup sekali datang, tiga hari sudah jadi," ujarnya. Dalam kesempatan perdana tersebut, salah satu warga Banyuwangi Fitria Citra bisa langsung merasakan pengurusan paspor. Ia mengaku, hanya butuh waktu 3 hari dan datang sekali saja untuk memperoleh paspor. "Tiga hari sudah jadi. Biayanya Rp 355 ribu. Rencananya mau jalan jalan ke Singapura," ujar perempuan asal Ketapang, Banyuwangi ini. (Humas)