Road Show Pendataan Bansos, Bupati Anas Giliran Ke Wongsorejo, Kalipuro, dan Kabat

Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kembali melakukan roadshow sosialisasi penguatan data bansos kepada kepala desa. Setelah keliling sembilan kecamatan, Bupati Anas giliran bertatap muka dengan kepala desa dari lima kecamatan yang ada di Banyuwangi, yakni Wongsorejo, Kalipuro, Giri, Kabat, dan Rogojampi.

"Roadshow akan terus kami lakukan untuk membantu kepala desa yang menemui kendala penyaluran bansos, khususnya terkat data penerima bansos. Roadshow ini juga untuk menyemangati mereka," kata Bupati Anas saat dihubungi, Minggu (17/5/2020).

Sebagaimana road show di beberapa kecamatan sebelumnya, Anas jugag meminta kepada para kepala desa untuk terus melakukan pemuktahiran data penyaluran bansos Covid-19. Memang, dalam pelaksanaannya, penyaluran bansos masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Misalnya terkait pendataan.

“Memang di situasi pandemi seperti sekarang ini, menjadi ujian bagi seorang pemimpin, termasuk kepala desa.g Dibutuhkan sebuah leadership yang mumpuni untuk bisa menghadapi situasi yang dinamis saat ini. Ini memang ujian kita sebagai pemimpin, tidak hanya bupati, namun jugag kepala desa,” kata Anas.

Anas pun meminta kades untuk terus berkoordinasi dengan pemkab bila ada kendala di lapangan. “Kami jajaran pemkab siap mendampingi kepala desa.g Jika memang masih ada warga yang sudah masuk dalam musdes tapi belum tercover bantuan silahkan lapor, akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Pemkab Banyuwangi telah membuka pelaporan online terkait bansos. Warga bisa melaporkan dirinya atau tetangganya yang belum mendapat bansos untuk didata pemkab. 

"Data yang masuk ke kami terus naik, warga yang ingin mendapatkan bansos terus meningkat. Nanti semua data ini akan disaring oleh desa. Untuk itu, Pak Kades, terima kasih atas semua jerih payahnya," kata Anas.

Salah satu kepala desa yang kemarin sempat berdialog dengan Bupati Anas adalah Kepala Desa Sidowangi Kecamatan Wongsorejo, Muansin. Dia menjelaskan bahwa dalam mengurus permasalahan bansos di desanya, melakukan koordinasi yang intensif dengan RT/RW. Hal ini dilakukan agar data warga yang didapat benar-benar tepat sasaran.

“Semua proses kami lakukan secara terbuka. Alhamdulillah meski dalam prosesnya tetap muncul kendala, tapi dengan komunikasi yang baik semua bisa tertangani. Sejumlah bantuan saat ini juga sudah mulai disalurkan” ujar Muansin, saat dihubungi, (17/5/2020).

Desa Sidowangi sendiri menyalurkan bansos kepada total 763 Kepala Keluarga penerima manfaat. Dimana 205 KK merupakan keluarga miskin terdampak non DTKS. Sebagian besar dari penerima manfaat tersebut sudah tercover ke dalam skema bantuan baik dari pusat, provinsi maupun kabupaten. 

Selama proses pendataan penerima bansos, desa membuka layanan pelaporan via whatsapp untuk menampung komplain warga. Misalnya ada agar warga yang merasa terdampak, namun belum terdata, atau yang sudah meningkat ekonominya tapi tetap terdata. 

Setelah semua data masuk, dilakukan screening, lalu pihaknya mengundang semua RT/RW ke musyawarah desa (Musdes). Saat di musdes itu, mereka melakukan perangkingan warga yang paling layak menerima.
B
"Saya menekankan kepada RT/RW yang mendata warga agar menghilangkan kepentingan pribadi, dan benar-benar niat tulus untuk membantu warga. Kami harus cermat memilah warga yang memang benar-benar membutuhkan bantuan," katanya. 

Hamsin mengaku proses ini cukup berat dan memakan waktu. Proses verifikasi data ini berlangsung tak kurang dari dua minggu. Belum lagi komplain dari warga. "Namun, kami aparat desa berupaya melakukan yang optimal, dan salah satunya lewat transparansi proses penetapannya. Bagi kami, senyum warga adalah bahagia kami," cetusnya. 

Selain Desa Sidowangi, Desa Buluhsari di Kecamatan Kalipuro juga mulai menyalurkan bansos kepada warganya. Kepala Desa Buluhsari Mukhlish mengatakan meskipun ada protes dan kendala selama pendataan penerima bansos, namun bisa diatasi dengan baik.

“Saya dan perangkat desa menjalin komunikasi yang baik dengan ketua RT/RW. Apabila ada kendala di lapangan kami carikan solusi bersama, sehingga tidak sampai ada masalah yang berkepanjangan,” ujarnya. (*)