Puluhan Pejabat Eselon III BPKP Se-Indonesia Studi Lapangan di Banyuwangi

BANYUWANGI - Puluhan pejabat eselon III Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan berbagai provinsi di Indonesia melakukan studi lapangan di Kabupaten Banyuwangi. Studi lapangan ini merupakan rangkaian dari Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang digelar Pusat Pendidikan, Latihan dan Pengawas (Pusdiklatwas) BPKP.
Saat diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuwangi, Mujiono di Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Selasa (18/2/2020), Kepala Pudiklatwas BPKP, Sally Salamah mengatakan, Banyuwangi sengaja dipilih sebagai lokus bagi mereka untuk menimba ilmu. "Sebenarnya alasan pemilihan Banyuwangi ini cukup unik. Bulan Desember lalu saya diundang hadir di acara rapat kerja BPKP Jawa Timur. Saat itu Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas didhapuk untuk berbicara di depan kami, menyampaikan inovasi-inovasinya. Kami terkesan dengan apa yang disampaikan bupati yang berjuang bersama timnya untuk memajukan Banyuwangi. Bagaimana kompetensi sosial kultural bisa dikembangkan. Inilah yang menghidupkan daerah, sehingga sekarang menjadi tujuan wisata yang banyak didatangi orang," tutur Sally.
Karena itulah, lanjutnya, pihaknya ingin belajar dari Banyuwangi. Nantinya para peserta akan membuat laporan studi lapangan (stula) yang akan dikemas dalam bentuk policy print. Kemudian hasilnya akan dipresentasikan dalam seminar perubahan di Bogor.
"Kawan-kawan akan melakukan analisis dan nanti akan memberikan rekomendasi yg bermanfaat untuk Banyuwangi," ujar Sally. 
Tim BPKP ini selama berada di Banyuwangi, akan belajar tentang e-audit, rantang kasih, banyuwangimall.com, serta berkunjung ke Desa Tamansari dan Desa Adat Kemiren untuk melihat bagaimana desa tersebut menarik wisatawan lewat program smart kampung dan kearifan lokal di dalamnya.
Total ada 30 peserta yang mengikuti diklat ini. Para peserta merupakan pejabat eselon III. Total selama 35 hari mereka mengikuti diklat ini. Diawali dengan diklat dalam ruang di Kantor Pusdiklat BPKP di Ciawi, Bogor terhitung mulai 17/1/2020 sampai 28/2/2020. Sedangkan mereka berada di Banyuwangi selama 5 hari sejak  17 - 21/2/2020.
Sementara itu, Sekda Mujiono menyambut baik kunjungan tersebut. Mujiono  membeberkan berbagai program yang dibuat pemkab dan capaian-capaiannya. Terutama tentang perencanaan pembangunan dan keuangan daerah. "Kami melakukan perencanaan hingga monitoring berbasis elektronik. Ada berbagai aplikasi yang dikembangkan untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Mulai dari e-planning, e-budgeting, e-village budgeting, hingga e-monitoring," ujar Mujiono.
Dan terkait pariwisata, imbuhnya, pemkab menjadikan semua dinas sebagai dinas pariwisata, 
semua tempat sebagai destinasi, dan semua kegiatan sebagai atraksi. 
Selain dihadiri Kepala Pusdiklatwas BPKP, kegiatan ini juga dihadiri Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jatim, Alexander Ruby Satyoadi. (*)