PULUHAN IBU IKUTI MOW

Banyuwangi – Puluhan ibu terbaring lemah di ruang pemulihan RSUD Blambangan sejak pagi tadi (18/6). Mereka baru saja menjalani operasi kecil yang disebut dengan Medis Operasi Wanita (MOW) atau lebih umum dikenal dengan tubektomi. Ibu-ibu ini sedang menjalani proses pemulihan pasca operasi dengan didampingi suami dan sanak kerabat sebelum akhirnya diizinkan pulang. Pelaksanaan operasi MOW tersebut gratis dan ditangani oleh tim dokter dari Rumah Sakit dr. Soetomo Surabaya.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana (BPPKB), Drs. Muhammad Pua Jiwa menerangkan bahwa MOW adalah salah satu jenis kontrasepsi permanen yang diperuntukkan bagi wanita. “ MOW dilakukan oleh ibu rumah tangga yang sudah tidak ingin menambah anak lagi dikarenakan jumlah anak sudah mencukupi. Ibu-ibu yang ingin mengikuti MOW sebelumnya melakukan konsultasi lebih dulu kepada petugas yang ada disetiap kecamatan,” ungkapnya. Usia peserta bisa relatif, meskipun usia ibu sudah 35 tahun namun baru memiliki 1 anak, prosedur MOW tidak bisa dilakukan terhadapnya. Sebaliknya jika peserta baru berusia 27 tahun namun sudah memiliki 4 anak, ia bisa mengikuti  MOW.

Petugas tidak serta merta menawarkan MOW sebagai pilihan ber KB, namun semua jenis KB diterangkan. Keputusan untuk memilih MOW sebagai jenis kontrasepsi yang dipakai oleh ibu rumah tangga sepenuhnya datang dari peserta sendiri. Prosedur dan syarat serta efek kontrasepsi MOW juga telah diinformasikan kepada calon peserta sebelumnya.  Sementara itu Koordinator pelaksana program dr. Rezekiyanti mengutarakan sebelum mengikuti MOW para ibu harus melalui penapisan melalui tes urine. Penapisan dilakukan untuk memastikan kalau peserta tidak sedang hamil atau mengalami keterlambatan menstruasi. Selain penapisan peserta juga tidak boleh memiliki riwayat operasi perut sebelumnya ataupun memiliki penyakit berat seperti diabetes atau darahtinggi. “ Barusan ada pasien yang gagal operasi karena ternyata setelah dicek lagi tensi darahnya naik,” terangnya.

Salah seorang suami peserta mengutarakan kalau informasi MOW ini didapatkan dari bidan dilingkungan rumahnya. Ia dan  istri sepakat mengikuti program MOW karena anak mereka sudah berjumlah 3 orang. Bahkan anak tertuanya sudah ada yang menikah. “ Istri saya ikut operasi ini supaya tidak nambah lagi anaknya,” ungkap pria asal Singojuruh itu. Ia dengan sabar mendampingi sang istri yang belum pulih benar pasca operasi.

Operasi MOW massal ini diadakan dalam rangka momentum peringatan hari KORPRI dengan kerjasama antara BPPKB Kabupaten Banyuwangi , RSUD Balambangan dan BKKBN Provinsi Jawa Timur. Pesertanya sejumlah 75 orang yang berasal dari 11 kecamatan di kabupaten Banyuwangi. Kegiatan MOW ini sejatinya dilakukan secara rutin oleh RSUD Blambangan 2 kali dalam seminggu. Dalam MOW rutin ini peserta juga tidak dikenai biaya alias gratis. Bagi ibu rumah tangga yang berminat melakukan kontrasepsi MOW ini bisa menghubungi bidan terdekat untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut atau menghubungi petugas pendata di kecamatan.  (Humas)