Puan Kagum Budaya Gotong Royong di Banyuwangi Ethno Carnival

BANYUWANGI- ‎Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, menghadiri Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), Sabtu (11/11). Tidak hanya pagelaran kostum etniknya, Puan juga kagumi budaya gotong royong untuk menggelar event sebesar ini. 

"Apa yang ditampilkan Banyuwangi ini, merupakan kreativitas energi masyarakat Banyuwangi. Tanpa gotong royong, tidak mungkin bisa melakukan seperti ini," kata Puan, ditemui usai menyaksikan BEC. 

Apalagi, kata Puan, Banyuwangi menggelar even sekelas BEC ini tanpa menggunakan event organizer (EO). Sehingga, jika tidak ada budaya gotong royong, mustahil bisa menggelar event sebesar ini. sehingga, lanjut dia, BEC akhirnya menjadi salah satu ajang konsolidasi budaya, dan instrumen menumbuhkan semangat gotong royong dari semua pihak yang terlibat. 

"Mulai budayawan, seniman, peserta dari seluruh penjuru Banyuwangi, TNI, Polri, hingga masyarakat umum, semuanya memiliki peran yang sama pentingnya. Jadi ini bukan semata-mata ajang promosi,” kata Puan.

Selain itu menurut Puan, yang dia salut adalah antusiasme peserta dan penonton. Puan mengaku sempat bertanya pada salah satu peserta. "Saya sempat tanya mulai jam berapa menyiapkan diri untuk acara ini, ternyata sejak pagi. Demikian juga penonton sangat ramai dan antusias meski setiap tahun digelar," kata Puan. 

Menteri Pariwisata Arief Yahya, juga hadir dalam BEC kali ini. Menurut Arief, BEC merupakan even yang masuk dalam kalender wisata nasional. Bahkan menurut Arief, Banyuwangi merupakan satu-satunya daerah yang mengirimkan tiga even ke kalender nasional. 

"BEC adalah even yang terpilih masuk dalam kalender nasional, selain Gandrung Sewu dan Tour de ijen. Sangat jarang sekali ada daerah yang mengirimkan lebih dari satu even ke kalender nasional. Ini merupakan prestasi tersendiri bagi Banyuwangi. Bahkan Banyuwangi telah ditetapkan sebagai kota festival terbaik di Indonesia," kata Arief. 

Selain itu menurut Arief yang menarik dari BEC adalah tema yang berbeda-beda tiap tahunnya. Kali ini BEC mengambil tema Majestic Ijen.
"Temanya sangat menarik, Ijen. Menggambarkan suasana Kawah Ijen yang menjadi destinasi wisata favorit di Banyuwangi," tambah Arief.

BEC merupakan parade busana kolosal yang menghadirkan 160 busana adikarya desainer lokal yang pada tahun ini mengangkat tema Majestic Ijen, yang terinspirasi dari keindahan Gunung Ijen Banyuwangi. Pesona Ijen yang berupa blue fire atau api biru, belerang dan landscape yang mengelilinginya dituangkan dalam kanvas busana nan megah oleh para desainer lokal kebanggaan daerah.

"Selain sebagai atraksi wisata, BEC juga menjadi sarana mendorong gotong royong dan partisipasi masyarakat bersama-sama pemerintah dalam membangun Banyuwangi," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. (*)