PRODUK GULA KELAPA PROSPEKNYA CUKUP CERAH

Banyuwangi-Tanpa kita sadari ternyata gula kelapa yakni gula yang terbuat dari air yang dideres dari pucuk pohon kelapa tetap dibutuhkan, bukan saja konsumen rumah tangga, namun juga pabrik industry makanan membutuhkan pasokan gula kelapa. Namun yang terjadi dipasaran gula kelapa yang diproduksi tidak lagi murni, karena oleh pembuatnya dicampuri sulfat dan penambah rasa manis. Penambahan rasa manis tidak lepas dari upaya mencari keuntungan besar. Namun bila produksi tersebut dijual ke pabrik industri makanan akan ditolak. Dimasa mendatang tentu akan merugikan perkembangan usaha masyarakat pembuat gula kelapa itu sendiri.

Kondisi ini menggugah minat Administratur PTPN XII Kali Sepanjang Banyuwangi Arif Wicaksono yang berusaha memperbaharui pengolahan gula kelapa tanpa menggunakan Sulfat. “Walau akan berkurang rasa manisnya, bila tidak menggunakan Sulfat dan warnanya lebih coklat namun gula yang dip roses tanpa Sulfat yang sehat, dan hasil produk gula tanpa Sulfat pasti diterima untuk bahan industry makanan”.kata Arif  dihadapan Bupati banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas,Msi.  Di Café Gumitir salah satu tempat wisata alam untuk keluarga. Sambil menjelaskan proses uji kadar gula kelapa dihadapan Bupati dan undangan lainnya , Rabu (16/3).

Melihat potensi dari produksi gula kelapa ini Bupati Anas merespon positif, dan berjanji akan memberikan kredit lunak kepada petani gula kelapa.  Dijelaskan Bupati, Pemkab saat ini telah menggandeng pihak perbankkan untuk memberikan kredit usaha untuk sekitar 20 ribu usaha mikro.

“Pinjaman maksimal Rp.20 juta dan tanpa jaminan sama sekali,tergantung kelayakan usahanya, dan  itu cukup berguna bagi petani gula kelapa mengembangkan usahanya” ujar Kang Anas. (*Humas)