Presiden JFC : Banyuwangi bisa Go International

BANYUWANGI- Sabtu (21/5) bertempat di Pendopo Sabha Swagata Blambangan berlangsung acara yang bertajuk “Sharing Pendapat Antara Bupati Banyuwangi, Seniman, Budayawan dan Presiden JFC dalam rangka Pengembangan Potensi Budaya Banyuwangi.”

Dalam acara yang dihadiri Wakil Bupati Yusuf Widiatmoko, Sekda Banyuwangi Sukandi, dan anggota DPRD tersebut, Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, “Banyuwangi termasuk 5 kabupaten di Jawa Timur yang menjadi tujuan wisata. Sementara kebudayaan kita jika tidak dikemas dengan menggunakan strategi baru dan jitu tidak akan berkembang.” Bupati Anas menyampaikan, dirinya terinspirasi oleh Jember Fashion Carnival (JFC), dan Solo Batik Carnaval yang merupakan perpaduan antara budaya lokal yang di-mix dengan budaya pop, sehingga menghasilkan terobosan baru dalam berkarya seni dan berkreatifitas.

Presiden JFC Dynan Faris menceritakan, JFC terbentuk karena  terinspirasi oleh  event fashion dunia di  New York, London, Paris dan Milan. JFC diikuti  oleh anak-anak muda, yang kemudian berlatih bersama, membuat koreografi bersama, dan membiayai sendiri kegiatan-kegiatannya. Dalam acara yang dimoderatori Samsudin Adlawi tersebut, Dynan memaparkan, JFC menganut konsep 4E, yaitu : Education, Economic Benefit, Entertainment, dan Exhibition. “ Jika karnaval yang diadakan  ingin didatangi orang atau wisatawan maka harus unik , fantastik,  baru, tema selalu berubah, harus sustainable (berkesinambungan, red.), dapat diterima dan marketable,” ujar pria kelahiran Garahan, Jember itu.

Acara yang dihadiri seniman dan budayawan Banyuwangi itu diramaikan pula dengan pemutaran film tentang kegiatan JFC baik di dalam maupun di luar negeri, termasuk di antaranya tampilan mereka di London dan Mumbai.

Pada sesi diskusi, Dynan Faris mengingatkan para hadirin, bahwa Banyuwangi memiliki  budaya yang kaya dan beragam. “Jika ada kerjasama yang baik diantara semua pihak terkait, maka Banyuwangi pun bisa go international.” tandasnya (HUMAS)