Giliran Hama Wereng Singojuruh dibasmi Dinas Pertanian

SINGOJURUH –Meningkatnya serangan hama wereng yang meresahkan petani,  membuat petugas pertanian harus pontang panting dari satu wilayah ke wilayah lain. Jika kemarin kelompok tani Desa Gambiran, kali ini giliran kelompok tani Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh. Hanya gerakan penyemprotan massal kali ini berbeda dengan kemarin, yang digunakan di Kelompok Tani Lembu Asri dengan menggunakan teknik penyemprotan agens hayati verticilium lecani dari PPAH (Pusat Pengembangan Agens Hayati). Agens hayati merupakan organisme hidup berupa virus, fungi, bakteri, yang menjadi musuh alami hama wereng. Sehingga, dengan agen  hayati penyebaran hama dapat dikedalikan.

Menurut Plt. Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi , Djati Lukito, dengan menggunakan teknik penyemprotan agen hayati petani banyak diuntungkan. Diantaranya, hama wereng bisa langsung mati dan tanaman tidak rusak meskipun terkena semprot. "Selain itu, juga lebih hemat dan efisien. Kalau disemprot menggunakan pestisida biasa hama wereng akan menjadi kebal dengan pestisida itu sendiri. Sementara dengan agen hayati hama wereng terinfeksi," tutur Djati.

Ditambahkan Djati Lukito,  memang banyak cara membunuh hama wereng. Cara di atas, salah satu  alternatif dalam strategi pengendalian hama wereng yang bertumpu pada pengelolaan agro ekosistem. Sebenarnya kata Djati, sejak tahun 2005 Banyuwangi telah mengembangkan pengembang agen hayati . Bahkan saat ini ada 19 PPAH yang setiap tahun memproduksi dan mengembangkan agens hayati pengendalian hama. Hanya  masyarakat masih jarang yang menggunakan cara ini. "Nanti akan kita sosialisasikan lebih lanjut," ujar Djati. (Humas Protokol)