PLN PERKUAT SISTEM INTERKONEKSI KABEL LAUT

Banyuwangi-Bertempat di aula Rempeg Jogopati Setda Kabupaten Banyuwangi pada hari Selasa (10/5), PT. PLN ( Persero ) mengadakan Rapat Ekspose ( Pemaparan ) Rencana Proyek Transmisi Kabel Laut 150 KV di Selat Bali. Rapat tersebut dihadiri oleh Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas,MSi, Wakil Bupati Yusuf Widiatmoko,SSos dan Sekda Drs. Ec. H. Sukandi,MM beserta para undangan dari Pelindo, Perum Perhutani, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, Camat Kalipuro, Camat Wongsorejo, dan jajaran Muspida (Kajari,Lanal, Polres ).

Dalam sambutan pembukanya, Bupati Anas menyampaikan bahwa dirinya juga turut bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program PLN yang nantinya akan dilaksanakan di Banyuwangi ini. Kedepannya diproyeksikan akan ada banyak industri yang yang tumbuh di Banyuwangi. Diharapkan rencana PLN untuk menanam kabel di bawah laut tidak akan menghambat aktifitas di kawasan tersebut. “Kita ambil contoh misalnya jika suatu saat pelabuhan akan dikembangkan menjadi port internasional, apakah nantinya tidak akan ada kabel laut yang mengganggu? Diharapkan rakyat Banyuwangi kedepannya akan mendapatkan pasokan listrik yang cukup. Tidak hanya sekedar dilewati arus-arus besar saja, tapi juga mendapatkan jaminan tidak akan kekurangan listrik,” ujar Bupati Anas.

General Manager PT. PLN, IR. Hengky Wibowo,MM memulai pemaparannya mengenai deskripsi proyek tersebut, yaitu untuk mengantisipasi pertumbuhan beban dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan se-Jawa Bali Nusa Tenggara. PLN berencana memperkuat sistem interkoneksi kabel laut Sirkit 3 dan 4 yang dimulai dari Ketapang Banyuwangi menuju Gilimanuk Bali dengan kapasitas transfer daya sebesar 130 MVA persirkit  ( total 260 MVA, 2 Sirkit ). Panjang kabel laut diperkirakan 5 km dengan spesifikasi three core submarine 150 KV HVAC dan 2,2 km three core under ground cable 130 MVA per sirkit yang dilengkapi dengan fiber optic untuk setiap sirkit.

Hengky menyampaikan penjelasannya sembari menunjukkan gambar-gambar dan perencanaannya menggunakan  power point. Segala hal terkait deskripsi umum proyek, kontrak pelaksanaan, lokasi dan jalur pekerjaan, status perijinan, scope pekerjaan, skedul konstruksi, metode pekerjaan, spesifikasi teknis kabel laut 150 KV, dan proteksi  kabel dijelaskan kepada seluruh audiens yang hadir. Hengky mengungkapkan juga bahwa akan dibangun 3 tower yang tingginya 370 m, salah satunya berada  di belakang Hotel Manyar. “Kontraktornya dari Jepang. Nantinya transmisi (500 KV) yang diatas akan ditarik langsung atau disambung dari Paiton. Menara ini ada liftnya berkapasitas 5 orang dengan kecepatan 2 meter per detik atau butuh waktu 3 menit untuk tiba diatas, serta dilengkapi tangga operasional,” ujarnya .

Ketika disampaikan pertanyaan oleh Kajari, Dinas Lingkungan Hidup dan BAPPEDA mengenai keamanan penanaman kabel laut tersebut terkait kedalamannya dan AMDALnya, Henky menjelaskan bahwa PLN dan kontraktor akan bertanggungjawab penuh. “Kabelnya tidak akan mengambang dan penanamannya juga akan dibantu dengan alat berat.Mengenai  umur ekonomis kabel  dan teknis pemeliharaannya  sudah ditentukan dengan SOP. Apakah pemeliharaannya harus tiap tahun satu kali atau  tiap bulan satu kali disesuaikan dengan standar baku yang ada. Dan mengenai medan magnet maupun medan listrik yang ada,  selama dilakukan dibawah ambang batas tidak ada masalah.

Diakhir pemaparan, Bupati Anas meminta pada PLN supaya pembangunan tower yang cukup besar juga melindungi hak-hak masyarakat Banyuwangi.   ( HUMAS)