PKK Banyuwangi Siap Kawal Penerapan New Normal di Level Keluarga

Banyuwangi – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) se-Kabupaten Banyuwangi berkomitmen penuh untuk mengawal penerapan new normal di level keluarga. Hal ini disampaikan dalam halal bi halal TP PKK Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (24/6/2020).

"Kami siap untuk membantu kinerja pemkab dalam menerapkan new normal di tengah pandemi Covid-19. Dengan seluruh kader PKK, kami siap mengawalnya hingga ke level keluarga," ungkap Ketua TP PKK Banyuwangi Ipuk Festiandani.

Saat ini, PKK Banyuwangi mengembangkan pelaporan online untuk perkembangan masing-masing keluarga di seluruh Banyuwangi. Program bertajuk Dasa Wisma itu, digerakkan oleh kader PKK. Setiap kader bertanggung jawab untuk memantau sepuluh keluarga.

"Apa yang menjadi ketentuan dari protokol kesehatan akan kami sampaikan ke seluruh kader. Sehingga tujuan dari new normal yaitu penguatan protokol kesehatan itu sendiri, bisa berjalan sebagaimana yang dicanangkan pemerintah daerah," ujar perempuan yang akrab disapa Dani Azwar Anas itu.

Program Dasa Wisma ini sendiri telah berjalan empat tahun lamanya. Pemantauan yang dilakukan meliputi soal ekonomi, sosial, kesehatan, hingga persoalan-persoalan administratif dasar keluarga.

"Jika sebelumnya menggunakan pelaporan secara manual, namun kini kita menggunakan aplikasi khusus Dasa Wisma untuk pelaporannya. Sehingga akan lebih efektif," papar Dani.

Dalam kesempatan itu, Dani juga berpesan agar para Ketua TP PKK dari kecamatan hingga desa untuk tetap memberikan support kepada segenap pasangannya. "Jangan sampai karena pendapatan berkurang, perhatian dan kasih sayang juga berkurang ya bu. Kita harus terus semangati keluarga di tengah situasi pandemi ini," seloroh Dani.

Sementara itu, Ketua PKK Desa Sragi Kecamatan Songgon Hindarti Hartono yang hadir dalam acara tersebut, mengaku semangat menjalankan apa yang telah menjadi komitmen PKK. Menurut dia, penerapan kebiasaan baru perlu dilakukan dari level keluarga.

“Alhamdulillah, meski di desa kami sudah mendapatkan banyak info tentang kebiasaan baru di era new normal. Mulai dari wajib masker saat aktivitas di luar, selalu cuci tangan, hingga menjaga jarak. Kami tak henti untuk terus membiasakan hidup sehat dan bersih ini di tengah keluarga serta menularkan ke lingkungan sekitar. Kami semua berharap, bila langkah pencegahan ini dilakukan sejak dari keluarga, penyebaran virus corona di Banyuwangi bisa dikendalikan,” harap Hindarti. (*)