PETANI KALIBARU MINTA BANTUAN HAND TRACTOR

Banyuwangi-Untuk memacu produktifitas pertanian, pemerintah lewat dana APBN mengalokasikan bantuan senilai 12 triliun Rupiah untuk para petani. Bantuan untuk para petani seluruh Indonesia itu berbentuk bantuan langsung benih unggul (BLBU), bantuan pupuk dan bantuan untuk program kesuburan lahan (PKL). Hal tu disampaikan oleh Dr. Ali Maskur Musa, anggota BPK RI ketika berkunjung ke Kec. Kalibaru Banyuwangi Mingu (3/4). Menurut Ali Maskur, kedatangannya ke Banyuwangi dalam rangka mengecek dan memerikasa, apakah bantuan dari pemerintah pusat tersebut sudah diterima oleh petani baik dari segi kuantitas, kualitas maupun ketepatan waktu “BPK kan tidak hanya memeriksa dokumen-dokumen tertulis saja, kita juga perlu mengecek ke lapangan terkait efektifitas dan manfaat dari bantuan yang dialokasikan dari dana APBN ini” tandas mantan anggota DPR RI ini ketika ditemui disela-sela meninjau sawah milik petani penerima bantuan.

Sebelum melakukan tinjau lapang, Ali Maskur yang didampingi Kepala Perwakilan BPK Jawa Timur Dr. Heru Kresna Reza melakukan dialog dengan para pengurus kelompok tani di pendopo Kecamatan Kalibaru. Rohadin salah seorang pengurus kelompok Tani Desa Kajarharjo dihadapan Ali Maskur menyampaikan, selain bantuan yang sudah diterima yang paling dibutuhkan para petani adalah hand traktor. “saya mohon agar, bantuan traktor yang sudah ada ditambah pak, karena sangat dibutuhkan petani” Pinta Rohadin. Menanggapai permintaan tersebut, mantan Dosen Unej Jember ini, langsung meminta kepada Kepala dinas pertanian Banyuwangi, Ade Hidayat yang ikut mendampingi, agar segera mengusulkan permohonan bantuan kepada Kementrian Pertanian “ Pak Kepala Dinas, usulkan ke kementrian pertanian agar bantuan hand traktor untuk petani Kalibaru ditambah” pinta Ali Maskur , yang langsung disambut aplus oleh para petani yang hadir. Hadir dalam kunjungan tersebut, Wakil Bupati Yusuf Widiatmoko, Sekretaris daerah Drs.Ec. Sukandi dan pejabat pemkab yang lain. Dalam sambutannya wabup menyampaikan, Bantuan Langsung Benih Unggul yang sudah diterima Kabuoaten Banyuwangi selama 5 tahun terakhir telah mampu meningkatkan produktifitas tanaman padi di kabupaten Banyuwangi rata-rata sebesar 7,49 persen pertahun, 36,98 persen pertahun untuk tanaman jagung dan 29,65 persen untuk tanaman kedelai. “karena keberhasilan tersebut kabupaten Banyuwangi pernah mendapatkan penghargaan Program Peningkatan Beras Nasional” ujar Wabup. (Humas).