PERTEMUAN PEMBINAAN PERUSAHAAN PERKEBUNAN

Banyuwangi – Untuk memantapkan kembali koordinasi pengambil kebijakan di tingkat propinsi (Jatim)dan kabupaten (Banyuwangi) dengan para pengusaha perkebunan, dilangsungkan acara Pertemuan Pembinaan Perusahaan Perkebunan, Dinas Perkebunan Propinsi Jatim, kemarin (4/5)di Hotel Ketapang Indah, Banyuwangi. ” Pertemuan ini sangat strategis  untuk memposisikan peran perkebunan besar swasta dalam menunjang pertumbuhan perkebunan daerah dan provinsi,” demikian ungkap Kepala Dinas Perkebunan propinsi Jatim Ir. M. Samsul Arifin, MMA dalam sambutannya. Banyuwangi menduduki peringkat teratas dalam menyumbangkan Pendapatan Daerah Regional Bruto (PDRB)untuk provinsi, jumlahnya sampai 1 trilyun pada tahun 2010. Namun demikian Banyuwangi masih diharapkan untuk terus ikut serta meningkatkan usaha perkebunan terutama untuk memenuhi komoditas yang saat ini produksinya masih kurang.

Samsul mencontohkan, untuk produksi gula nasional Propinsi Jatim belum bisa memenuhi target nasional karena produksinya masih defisit 1,6 juta ton. “Kami menyambut gembira animo petani Banyuwangi terhadap peningkatan produksi gula, namun saya minta agar kegiatan ini tidak mengganggu program swasembada pangan di Banyuwangi ,” ujar Samsul. Ia berpesan kepada pengusaha perkebunan besar agar mau membimbing petani pemilik perkebunan rakyat  hingga mampu memproses hasil kebunnya menjadi kualitas ekspor.

Sementara itu Bupati banyuwangi, H. abdullah Azwar Anas dalam sambutannya berharap agar  Perusahaan perkebunan  ikut  berperan  dalam penanggulangan kemiskinan, terutama kemiskinan yang terjadi disekitar wilayah tersebut . Data menunjukkan, kantong  penduduk miskin banyak terdapat disekitar wilayah kehutanan dan perkebunan. Hal ini sungguh ironis karena luas wilayah perkebunan di Banyuwangi adalah yang terluas di Propinsi Jawa Timur yakni 578.200 ha. “ Saya dan jajaran Pemkab terus mencari rumusan terbaik untuk menanggulangi kemiskinan, namun kami tidak bisa berjalan sendiri, saya sangat berharap perusahaan perkebunan terutama yang hadir disini, mau bergandengan tangan ikut berupaya aktif memberi solusi pemecahan masalah kemiskinan, ” Bupati menegaskan. Selain masalah kemiskinan, pengusaha perkebunan juga diharapkan dmemperhatikan masalah Hak Guna Usaha (HGU) terkait lahan, ketenaga kerjaan dan produksi. (Humas)