Perkuat Data JPS, Bupati Banyuwangi Kembali Roadshow Temui Kades. Kini Giliran Songgon dan Singojuruh

Banyuwangi - Penyaluran Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk penanggulangan Covid-19 terus digenjot. Kepala Desa sebagai instrumen pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat menjadi tulang punggung keberhasilan program tersebut. Untuk itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Banyuwangi terus memberikan pemahaman dan semangat kepada para kepala desa.

"Saya sengaja melakukan roadshow ke berbagai kecamatan untuk menemui kepala desa. Kami memberikan arahan atas sejumlah kendala yang ditemui di lapangan," ungkap Anas saat menemui kepala desa dari Kecamatan Singojuruh dan Songgon, di Kantor Kecamatan Songgon, Senin (18/5/2020).

Sebagaimana road show di beberapa kecamatan sebelumnya, Anas juga meminta kepada para kepala desa untuk terus melakukan pemuktahiran data penyaluran bansos Covid-19. Memang, dalam pelaksanaannya, penyaluran bansos masih menghadapi sejumlah kendala teknis. Misalnya terkait pendataan, mulai dari penerimanya sudah meninggal, pindah alamat, bahkan sudah meningkat taraf hidupnya.

"Secara bertahap, kesalahan data penerima tersebut telah diperbaiki. Toh, deviasinya tidak sampai 10 persen. Makanya, untuk kontrol kini semua desa wajib mengumumkan datanya di ruang publik. Jadi warga bisa saling cek penerimanya," kata Anas.

Anas menyebutkan, perbaikan data terus diupayakan oleh Dinas Sosial Banyuwangi. Secara intensif, Dinsos melakukan konsultasi dan revisi terhadap data-data yang tak akurat tersebut. 

“Berbagai persoalan yang muncul pada penyalurah tahap pertama ini, harus kita selesaikan. Jangan sampai terulang pada tahap berikutnya. Memang, kesalahan-kesalahan kecil adalah sesuatu yang manusiawi. Hampir semuanya mengalami problem yang sama. Tinggal bagaimana kita segera bertindak mencari solusi,” sebut Anas.

Wabah Covid-19 tersebut, imbuh Anas, sedang menguji kepemimpinan para pemangku kebijakan. Mulai dari Presiden hingga kepala desa. "Menghadapi wabah ini, leadership kita sedang diuji. Kita sebagai pemimpin hanya bisa mengeluh atau mencari solusi? Pemimpin yang baik tentu akan berpikir mencari solusi atas problem yang muncul," tegas Anas.

Kepala Desa Gumirih Ahmad Mura'i membenarkan apa yang disampaikan oleh Bupati Banyuwangi tersebut. Permasalahan data penerima itu, murni karena adanya kendala teknis di pusat. Namun, sekarang sudah terus diperbaiki.

"Alhamdulillah, setelah berkonsultasi dengan sejumlah dinas, data-data yang salah telah diperbaiki," ungkapnya.

"Memang ada masalah baru. Misalnya, orang yang sudah diketahui bakal menerima bantuan setelah didata waktu Musyawarah Desa, tapi ternyata tak dapat. Mereka menuntut. Hal-hal begini, bisa kami selesaikan setelah berkonsultasi dengan kecamatan. Akhirnya, mereka menerima bantuan sembako ASN yang sebelumnya telah dihimpun. Ada solusi selama kita konsultasi," imbuh Mura'i.

Inisiatif yang hampir sama juga dilakukan oleh Kepala Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh H. Masbudi. Ia menggalang donasi dari para dermawan di kampungnya untuk mengatasi bantuan bagi warga miskin terdampak yang terselip dari data bantuan. 

"Kami bersyukur, warga kami kompak untuk bersama-sama membantu meringankan saudara dan tetangganya di tengah wabah ini," pungkasnya. (*)