PENTOL CILOT DAN SAUS DICURIGAI PENYEBAB KERACUNAN SISWA MTs SUMBERBERAS

Banyuwangi – sebanyak 68 anak siswa MTsN Sumberberas desa Sumberberas Kecamatan Muncar mengalami keracunan makanan. 19 anak menjalani  rawat inap, dan sisanya 49 anak menjalani rawat jalan. Hasil penyelidikan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, 24 Pebruari lalu, dengan  metode penyelidikan Epidemilogi, yang dilakukan oleh Tim Surveilans Puskesmas dan Kabupaten menduga keracunan tersebut berasal dari jajanan ber saus yang di jual di sekolah berupa pentol cilot.

Menurut kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, H. Hariadji Sugito,SKM,MM. langkah yang dilakukan tim surveilans dengan cara mengambil sample muntahan penderita, untuk dilakukan pemeriksaan bakteriologis di BBLK Surabaya. Mengamankan sample makanan berupa saus,pentol,tahu dan kecap yang dicurigai penyebab keracunan lalu diperiksa di BPOM Surabaya.melakukan wawancara dengan penderita yang rawat inap yang diketahui mengalami gejala keracunan. Hasil wawancara tersebut mereka memberikan keterangan bahwa sebelum keracunan mereka memakan jajanan yang bersaus, yang diebeli di sekolahan. Sedang tindakan lain berupa melakukan penyuluhan PHBS pada siswa sekolah MTsN Sumberberas, dan melakukan pembinaan pada penjual makanan di sekolah. Dijelaskan lebih lanjut oleh Hariadji melalui suratnya ke Bagian Humas Pemkab, 9 anak yang rawat inap keadaannya sudah membaik.

Jajanan bagi anak sekolah memang sangat diminati selepas jam istirahat, namun yang perlu disadari oleh semua pihak yakni penjual makan, siswa maupun sekolahan, adalah agar selalu menjaga tingkat kebersihan jajanan  tersebut, menghindari pemakaian bahan berbahaya dalam membuat makanan, semisal pewarna, pengenyal makan, memilih makanan sehat. Dan sekolah mempunyai  peran penting  dalam memantau para pedagang jajanan yang ada disekitar  sekolahnya. (Humas)