PENDIDIKAN BERBASIS KARAKTER BAGI KEMAJUAN FATAYAT NU DAN BANYUWANGI

Banyuwangi- Pendidikan berbasis karakter menjadi kunci penting untuk memperoleh kualitas pribadi yang akan mampu mengemban tugas dan tanggung jawab besar bagi kemajuan Fatayat Nu dan Banyuwangi. Dengan kualitas tersebut  nantinya diharapkan fatayat Nu mampu menjadi lembaga yang bisa mengayomi, mendampingi dan memberikan solusi bagi masyarakat Banyuwangi. Demikian disampaikan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya pada Acara Milad Fatayat NU ke-61 yang diselenggarakan di Pendopo, Banyuwangi (10/4).

Karakter merupakan serangkaian kualitas pribadi yang menjadikan diri kita sebagai manusia yang unik. Pendidikan karakter dapat dilakukan dengan penanaman nilai-nilai serta keteladanan positif yang dimulai dari orang tua, keluarga terdekat, kerabat, tetangga, masyarakat hingga Bupati. Pembangunan karakter akan menjadi kekuatan besar yang bisa membawa Fatayat NU , Banyuwangi bahkan Indonesia menjadi bangsa yang besar. “Harapan ke depan kita semua bisa berperan serta dalam membangun nilai-nilai dan keteladanan, termasuk juga saya,” ungkap Bupati.

Melalui acara yang dihadiri oleh Ketua MUI Kabupaten Banyuwangi, Pengurus Fatayat NU,Ketua Dharma Wanita,  MUSPIDA, Kepala Badan Otonom dan Jajaran Kepala Dinas Pemkab Banyuwangi ini dijadikan momentum oleh Bupati untuk mengajak segenap hadirin yang hadir dan secara khusus anggota dan pengurus Fatayat NU untuk bangkit dan tidak kenal lelah dalam mendampingi rakyat. Turut serta bersama pemerintah dalam setiap upaya memajukan masyarakat terutama masyarakat miskin yang ada di Banyuwangi. Saat ini Pemerintah sedang bekerja keras melakukan upaya-upaya cerdas untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin dengan program-program yang menyentuh secara langsung. ” Saya berharap kita semua yang hadir disini ikut mensosialisasikan program-program yang telah dikeluarkan oleh pemerintah agar agenda tersebut agar bisa dirasakan secara langsung manfaatnyaoleh rakyat. Seperti  Program KUR yang memberikan kesempatan untuk Mbok Tun, Mbok Yem, Mbok Nah untuk mendapatkan kredit dari Bank bagi pengembangan usahanya, serta program Resi Gudang yang bisa dimanfaatkan petani sebagai jaminan mendapatkan dana dari bank dengan menyimpan gabahnya di gudang , telah berjalan,”  lanjut Bupati.  Ia juga menjelaskan bahwa ada program pemerintah yang saat ini menjadi prioritas dan segera dilaksanakan seperti perbaikan jalan, namun ia berharap masyarakat bisa bersabar karena kegiatan ini masih dalam proses tender.

Tidak ketinggalan Bupati juga berpesan kepada organisasi perempuan Fatayat NU untuk ambil bagian dalam pembangunan Karena pembentukan pribadi yang berkarakter kuat dimulai dari tangan perempuan. “Ibu-ibu merupakan kelompok yang penting, karena setiap perubahan dimulai dari lingkup yang kecil yakni keluarga, dari sini perubahan itu baru bisa berkembang menjadi perubahan berskala nasional “ ujar Bupati. Bupati juga ingin setiap organisasi-organisasi masyarakat Islam seperti NU, Muhammadiyah, LDII,maupun  organisasi dari agama lainnya bisa saling bekerja sama untuk membantu pemerintah demi masa depan Banyuwangi yang lebih baik. (Humas.)