Pemkab Razia dan Sita Mamin Kadaluarsa

BANYUWANGI – Sejumlah petugas gabungan dari Disperindagkop (Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi), Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Kepolisian Resort Banyuwangi menggelar razia mamin (makanan dan minuman) kadaluarsa di sejumlah toko dan supermarket di kota Banyuwangi,Senin (1/8). Petugas gabungan tersebut mendatangi empat swalayan besar di kota Banyuwangi. Hasilnya ditemukan puluhan mamin yang sudah kadaluarsa dan kemasannya rusak sehingga tidak layak konsumsi.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian Perdagangan dan Perindustrian, Yopy Bayu, mengatakan , "Makanan dan minuman kadaluarsa dan rusak ataupun tak layak konsumsi yang masih beredar di pasaran akan kita amankan ,“ kata Yopy.

Selain itu, untuk mengamankan konsumen dari makanan kadaluarsa yang masih beredar di swalayan, toko maupun pasar tradisional petugas terus melakukan razia di seluruh pertokoan. “Awal Ramadhan ini razia dilakukan selama 4 hari dengan target 24 kecamatan . Razia akan dilanjutkan  lagi saat mendekati Hari Raya Idul Fitri," imbuh Yopy.

Menananggpi razia petugas, salah satu pemilik swalayan di kota Banyuwangi yang terkena razia, Octa Pramudia  menjelaskan, makanan yang di sita tadi sebenarnya akan dimasukkan ke gudang dan direturn (dikemblikan, red).

Sementara itu, salah satu pengunjung swalayan, Nur Afifah (40 th), warga Kelurahan Tukangkayu sangat apresiasi dengan adanya razia mamin kadaluarsa. Diharapkan razia ini bisa mengurangi kekhawatiran masyarakat terhadap maraknya makanan dan minuman kadaluarsa yang beredar di pasaran. “ Razia ini melegakan masyarakat. Apalagi tadi makanan dan minuman yang kadaluarsa sudah disita jadi kita tidak perlu was – was saat belanja,” ujar Afifah.

Selain Nur Afifah, Toni (35 th), warga Kelurahan Sobo , menambahkan, meski razia sudah biasa dilakukan pemkab maupun pihak berwenang, namun hasilnya tetap saja di temukan di tiap tahunnya. "Saya rasa jika pemerintah bisa lebih tegas kepada pemilik swalayan maupun toko, razia seperti ini tidak perlu dilakukan setiap tahun. Toh hasilnya tiap tahun sama saja,” kata Toni. (humas)