Pemkab Banyuwangi Gelar Apel Kesiapan Pasukan Penanganan Bencana Hidrometeorologi

Banyuwangi – Memastikan persiapan dan kesiapan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam, Pemkab Banyuwangi bersama Komando Distrik Militer (Kodim) 0825 Banyuwangi menggelar Apel Gelar Kesiapan Pasukan dan Perlengkapan Penanganan Bencana Hidrometeorologi di lapangan Taman Blambangan, Jumat (10/1/2020). Bertindak sebagai pimpinan apel, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko.

Wabup Yusuf dalam sambutannya mengatakan, potensi bencana alam di Banyuwangi sangat beragam. Selain letusan gunung api, gempa bumi, dan tsunami, Banyuwangi juga berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, tanah longsor, hingga kekeringan.

“Apel ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan kita dalam mitigasi maupun penanggulangan bencana hidrometeorologi di Banyuwangi. Namun demikian, ada bencana maupun tidak, kita tetap siaga dan siap,” tegasnya.

Bencana hidrometeorologi sendiri adalah bencana alam yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi seperti curah hujan, kelembaban, temperatur, dan angin.

Apel ini diikuti 750 pasukan gabungan dari TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan, Pemadam Kebakaran, Palang Merah Indonesia (PMI), Perlindungan Masyarakat (Linmas), serta sukarelawan.

Turut hadir Komandan Kodim 0825, Letkol Inf. Yuli Eko Purwanto; Komandan Pangkalan AL Banyuwangi, Letkol Laut (P) Yulius Azz Zaenal; Kepala Kepolisian Resor Kota Banyuwangi, Kombes Arman Asmara Syarifudin; serta Kepala Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Mikroj.

Wabup berharap, apel kesiapsiagaan ini dapat meningkatkan pemahaman seluruh elemen terkait tentang penanganan bencana yang terjadi. Sehingga evakuasi dapat dilakukan dengan kompak dan cepat.

“Jika semua tanggap, masyarakat akan terlayani dengan baik. Saat ada kejadian bencana alam yang membutuhkan bantuan secara terpadu, bisa dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran. Sehingga dampaknya bisa kita minimalisasi,” kata Yusuf.

Wabup Yusuf menambahkan, di Banyuwangi ada 10 kecamatan yang berpotensi mengalami banjir karena wilayahnya dialiri sungai besar dan terletak dekat dengan muara sungai.

“Sepuluh titik tersebut adalah Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Banyuwangi, Kabat, Rogojampi, Blimbingsari, Muncar, Purwoharjo, Siliragung, dan Pesanggaran,” urainya.

Selain itu, juga telah dipetakan 13 titik rawan longsor. Yakni Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Giri, Glagah, Licin, Kabat, Songgon, dan Sempu. Selain juga, Glenmore, Kalibaru, Bangorejo, Siliragung, dan Pesanggaran.

“Tiga belas kecamatan ini merupakan wilayah di kawasan pegunungan yang rawan longsor saat terjadi hujan ekstrem,” ujarnya.

Sementara itu, Dandim 0825 Letkol Inf. Yuli Eko Purwanto memastikan, saat ini seluruh instansi terkait di Banyuwangi telah siap siaga dalam penanggulangan bencana. Mulai dari TNI, Polri, perangkat daerah terkait, hingga organisasi kepemudaan.

“Jika sewaktu-waktu ada kejadian bencana, kita siap bergerak kapan saja. Kami juga siap meminimalisir korban personil maupun materiil yang rusak. Kami akan menanggulangi dengan cepat,” tegasnya.

Dandim pun menegaskan, saat ini seluruh sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mitigasi dan penanganan bencana hidrolometeorologi telah disiagakan di Banyuwangi.

“Semua sudah ready. Puluhan perahu karet hingga alat berat sudah disiagakan. Bahkan, pemkab juga telah membikin pos pantau terpadu di kantor BPBD,” tegasnya. (*)