Pemeriksaan Mata dan Operasi Katarak Gratis di PMI Banyuwangi Diikuti Ribuan Orang

BANYUWANGI – Binar-binar penuh harap tampak dari wajah-wajah orang -orang yang duduk berjajar di halaman depan kantor Palang Merah Indonesia (PMI) yang disulap menjadi ruang tunggu yang sejuk,  Selasa (17/9/2019). Satu per satu menunggu namanya dipanggil sesuai nomor antrean. Jumlahnya ribuan orang.

Mereka adalah para peserta bakti sosial pemeriksaan mata, pemberian kacamata dan operasi katarak gratis yang berasal  dari berbagai wilayah di Banyuwangi. Kegiatan sosial ini digelar atas  kerjasama antara PMI Banyuwangi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan yayasan kemanusiaan John Fawcett Foundation (JFF). 

Masyarakat yang memiliki keluhan dengan penglihatannya, tentu saja tak melewatkan kesempatan ini begitu saja.  Mulai dari para penderita katarak, mata minus, plus ataupun silinder, hingga mereka yang membutuhkan protase atau bola mata buatan. 

Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko mengatakan, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya. "Nah  tahun ini kegiatan ini bisa terselenggara dua kali. Yang pertama bulan Maret lalu, yang kedua ya sekarang ini. Kebetulan ini juga bertepatan dengan hari ulang tahun ke 74  PMI," kata Yusuf.

Yayasan Kemanusiaan Indonesia (YKI) John Fawcett Foundation (JFF) telah bekerjasama dengan PMI dan Pemkab Banyuwangi  sejak tahun 2014 hingga saat ini.  “Tujuan kami adalah ingin menekan angka kebutaan. Kami ingin memberikan layanan yang maksimal kepada masyarakat.  Dan ini adalah kali ke sebelas kami di Banyuwangi,” ujar Manajer JFF Indonesia, Nyoman Wardhana.

Sementara itu, seorang penderita katarak, Sartini (62) dengan sabar menunggu gilirannya untuk operasi di depan armada bus khusus milik yayasan JFF. Mata kanannya memang telah lama menderita katarak. "Sebenarnya dua mata saya katarak. Tapi yang kiri sudah dioperasi beberapa bulan lalu di rumah sakit. Sekarang mau operasi yang kanan," ujar warga Kabat ini. Sartini juga merupakan penderita diabetes. Namun sebelum menjalani operasi katarak ini, diabetesnya sudah mendapatkan terapi sehingga kadar gula darahnya saat ini berada di angka 150, sehingga aman untuk menjalani operasi katarak.

Di ruangan lain juga terdapat pasien mata yang akan mengganti mata buatannya. Salah satunya adalah Muhammad Itqi (9) yang tinggal di Kecamatan Licin, Banyuwangi. Itqi yang sejak lahir tidak memiliki bola mata kanan, memeriksakan matanya untuk mendapatkan mata buatan baru. "Sudah dua kali Itqi ganti protase. Ini untuk yang ketiga kalinya. Jadi bola mata lamanya diganti dengan yang baru agar sesuai dengan ukuran kelopak matanya yang berkembang seiring dengan pertumbuhan usianya ," tutur Abdul Mujid, sang ayah yang menemani putra keduanya ini.  

Digelar selama 5 hari,  yakni mulai 17-21 September 2019, kegiatan sosial ini  meliputi pemberian kacamata dan pemeriksaan mata gratis untuk ribuan pasien. Terdapat 2000 orang yang menjalani pemeriksaan mata. 300 orang diantaranya menjalani operasi katarak.

Bertepatan dengan peringatan HUT ke 74 PMI, kegiatan ini juga dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim, penyerahan 50 paket sembako kepada warga yang kurang mampu, dan pemberian 5 unit trolley kepada pengangkut belerang di Ijen. 

Juga ada pemberian penghargaan kepada relawan PMI yang sudah mengabdi selama 15 tahun. Serta penyerahan penghargaan kepada para pendonor darah sukarela yang telah mendonorkan darahnya sebanyak 10,  25, 50, 75 dan 100 kali. (*)