Pakar Internasional Berbagi Ilmu Pendidikan pada Kepala Sekolah Se Banyuwangi

Banyuwangi - Pakar pendidikan internasional yang telah berkeliling di 12 negara, Sayed Hyder, berkunjung ke Banyuwangi. Pria kelahiran India itu, berbagi tentang "sekolah inspirasi" kepada para kepala sekolah SD dan SMP se-Banyuwangi di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (6/7). Dikatakan Hyder, perkembangan revolusi industri 4.0 yang sarat dengan komputerisasi dewasa ini berimplikasi terhadap dunia pendidikan. Jika tak ikut berbenah, maka outoput yang dihasilkan lembaga pendidikan tidak akan bisa beradaptasi terhadap dunia industri yang sedang berkembang. "Saat ini, sudah ada 100 ribu pekerjaan yang telah tergantikan dengan komputer. Jika dunia pendidikan tidak beradaptasi, maka outputnya akan sulit terserap dalam dunia industri," ungkap Heydar. Hyder memaparkan, dunia pendidikan terbelah dalam dua madzhab. Ada yang menekankan pada pengelolaan informasi dan ada yang mengutamakan pada bakat minat (effort) para peserta didik. "Yang menekankan informasi, akan dilibas oleh sistem kerja yang terkomputerisasi. Sedangkan yang kedua akan sulit tergantikan oleh komputer canggih apapun," jelas Hyder. Untuk itu, imbuh Hyder, pendidikan jangan hanya menekankan pada hafalan-hafalan. Namun, harus bisa memindai bakat dan minat peserta didik. "Dengan pola pendidikan kedua ini, akan melahirkan adalah kemampuan kreasi, cinta kasih, dan intuisi. Tiga hal ini, sampai sekarang, tidak bisa tergantikan oleh komputer," papar pakar yang lama di Malaysia tersebut. Hyder juga memaparkan kajian neouroplasticity untuk meningkatkan effort para peserta didik. Dalam kajian tersebut, setiap manusia memiliki potensi kecerdasan yang setara. Tinggal mengoptimalkan neuron (saraf) yang ada pada setiap otak manusia. Yang mana setiap manusia dianugerahi neuron sejumlah 80 - 100 milyar. "Untuk bisa mengoptimalkan neuron tersebut, harus sering dilatih. Latihannya dengan memperbanyak belajar langsung pada sumber-sumber primer," saran Hyder. Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang membuka acara, mengharapkan pendidikan yang bisa beradaptasi terhadap revolusi industri 4.0. "Kemajuan industri saat ini, harus direspon oleh dunia pendidikan. Jika tak disiapkan maka akan ketinggalan," tegas Anas. Anas juga mengharapkan para kepala sekolah yang hadir untuk bisa menerapkan apa yang didapat dari sharing seasion dengan Sayed Hyder. "Semoga apa yang didapat hari ini, bisa diterapkan di instansi pendidikan masing-masing," harapnya. (*)