Nyapu Bareng dan Rijig-Rijig Kampung,Libatkan 100 Ribu Orang

BANYUWANGI – Jumat pagi  (9/12), sepanjang 213 km  jalan di  Banyuwangi, mulai dari Wongsorejo hingga Kalibaru, mendadak diramaikan dengan kehadiran para ‘pesapon’  yang masing-masing membawa sapu lidi sebagai senjatanya. Pemandangan yang tak biasa tersebut ternyata berkaitan dengan rangkaian kegiatan Harjaba (Hari Jadi Banyuwangi) bertajuk Nyapu Bareng dan Rijig- Rijig Kampung.

Ada yang lebih spesial lagi dengan kegiatan ini, yaitu dicatatnya kegiatan ini sebagai gerakan sapu terpanjang se-Indonesia yang melibatkan seratus ribu orang, guna memecahkan rekor MURI. Dalam pembukaan yang dilangsungkan di depan Pemkab Banyuwangi, Bupati Abdullah Azwar Anas yang didampingi seluruh kepala dinas beserta staf, dan menghadirkan Paulus, wakil dari MURI, menganalogikan gerakan ini sebagai simbol gerakan rakyat. “Sapu lidi jika hanya sendiri, tidak bisa menggerakkan apapun. Tapi jika kita satukan dan kita gerakkan bersama, maka akan menjadikan Banyuwangi bersih,” tuturnya diamini seluruh hadirin.

Bupati juga menegaskan, dipilihnya kegiatan  rijig-rijig ini adalah untuk mendorong kebersamaan masyarakat dalam menciptakan budaya bersih, jadi bukan semata-mata karena kegiatan ini dicatat sebagai rekor MURI. “Ini adalah momentum untuk menggiatkan masyarakat dalam membersihkan kampung. Saya ingin kegiatan ini menjadi dentuman atau ledakan dahsyat sehingga masyarakat, khususnya anak-anak sekolah peduli pada lingkungan. Bayangkan anak-anak kecil tiba-tiba heboh mencari sapu lidi untuk bersama-sama bergotong royong membersihkan lingkungannya,” ujar Bupati bersemangat. Sekali lagi Bupati menggarisbawahi bahwa dilangsungkannya acara ini sebagai wujud harapan pemerintah supaya masyarakat peduli pada lingkungan, masalah kebersihan bukan lagi hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kebersihan dan Pertamanan, dan munculnya kebersamaan dan kegotongroyongan dalam masyarakat.

Kegiatan resmi dibuka dengan ditandai dipukulnya kentongan oleh bupati, sekaligus diiringi sahutan sirene dari mobil-mobil polisi. Usai menyapu bareng di areal depan pemkab, Bupati beserta Ibu Dani bersepeda keliling jalan protokol di Banyuwangi dengan didampingi anggota Forum Pimpinan Daerah untuk menyaksikan secara langsung greget masyarakat yang turut mensukseskan kegiatan ini. Kegiatan yang dilangsungkan secara serentak mulai dari Wongsorejo hingga Kalibaru ini berlangsung dari pukul 06.00 – 07.00 WIB.(Humas dan Protokol)