Nyangrai Kopi Terpanjang, Ciptakan Rekor Muri

BANYUWANGI – Upaya untuk mempromosikan Banyuwangi ke tingkat nasional maupun internasional, terus dilakukan oleh Bupati Abdullah Azwar Anas. Setelah menyelenggarakan nyapu massal yang melibatkan 100 ribu peserta dan memecahkan Rekor Muri, hari ini (10/12), Kabupaten Banyuwangi menciptakan rekor Muri baru dengan Nyangrai Kopi Terpanjang. Rekor itu didapat setelah tim Muri melakukan pemantauan terhadap 240 peserta nyangrai kopi, yang berderet rapi di sepanjang jalan Desa Kemiren, Kecamatan Glagah. Pada Proses nyangrai tersebut setiap peserta menggunakan tungku dari batu bata, wajan yang terbuat dari tanah liat dan pengaduk kayu.

Pelaksanaan sangrai kopi terpanjang ini, menurut Bupati untuk memperkenalkan kuliner khas Banyuwangi berupa kopi kepada khalayak luas. Selain itu ajang sangrai kopi terpanjang ini juga untuk mengedukasi masyarakat nyangrai kopi yang benar. Khususnya kepada pemilik warung maupun rumah makan agar dapat menyuguhkan kopi dengan cita rasa khas Banyuwangi. “ Kami bukan hanya ingin sekedar memecahkan rekor Muri, namun kami memiliki harapan ajang nyangrai kopi ini akan menguatkan brand kopi sebagai kuliner khas Banyuwangi  hingga akhirnya mengundang orang untuk datang ke bumi Blambangan ini,” harap Bupati.

Pemilihan kopi sebagai kuliner khas Banyuwangi ternyata memiliki latar belakang yang kuat.  Menurut Ketua Panitia Nyangrai Kopi Terpanjang, Suprayogi, Kabupaten Banyuwangi memiliki produk kopi yang melimpah. Hal itu dibuktikan dengan luasnya perkebunan kopi  yang tersebar dibeberapa kecamatan di Banyuwangi. Dengan modal yang sudah ada tersebut, menurut Yogi, diperlukan sebuah momen untuk mengenalkan kopi sebagai kuliner khas Banyuwangi. “ Karena itulah akhirnya tercetus  ide dari Bupati dan beberapa budayawan untuk menyelenggarakan acara Nyangrai Kopi Terpanjang yang memecahkan Rekor Muri,” ungkap Suprayogi.

Tidak hanya menciptakan Rekor Muri, tambah Yogi, hasil sangrai kopi ibu-ibu yang mengikuti acara ini   juga akan dilombakan. Tidak tanggung-tangung, juri dari lomba tersebut merupakan tester kopi kebanggaan Banyuwangi yang sudah diakui secara internasional yaitu, Subekti Setiawan. “ Dengan begitu peserta nyangrai kopi akan termotivasi untuk menghasilkan kopi yang baik dan benar”, ujar Yogi. (Humas dan Protokol)