Nuzulul Qur’an Bisa Men-charge Kembali Ilmu Agama

  BANYUWANGI – Untuk memperingati hari turunnya Al- Qur’an tepatnya 17 Ramadhan 1432 H, pemkab menggelar acara Nuzulul Qur’an, di Pendapa Shaba Swagata, Kamis (18/8). Acara yang mengikutsertakan masyarakat dan seluruh karyawan karyawati pemkab itu, berlangsung khidmad. Masyarakat dan PNS yang hadir tampak menyimak seluruh rangkaian acara, dari pembacaan ayat suci al-qur’an hingga mendengarkan tausiyah dari dai yang diundang ceramah.

Bupati Abdullah Azwar Anas yang hadir bersama Forum Pimpinan Daerah (FPD) dan membuka acara tersebut, mengatakan  peringatan Nuzulul Qur’an bisa digunakan untuk men-charge atau mengkaji kembali  ilmu-ilmu agama. Selain itu Bupati juga mengajak seluruh masyarakat dan PNS yang hadir untuk memperhatikan anak yatim piatu dan orang tidak mampu dengan membudayakan pemberian santunan. Diakhir sambutannya Bupati   menyerahkan bantuan kepada anak yatim, dan uang pembinaan kepada para peserta MTQ terbaik yang berlangsung di Madiun lalu.

Sementara itu, Ketua Panitia Nuzulul Qur’an yang juga Kepala Kementrian Agama Kabupaten Banyuwangi, Drs. Khusnan, MpdI, menambahkan, maksud peringatan Nuzulul Qur’an kali ini untuk memberikan penyegaran kepada umat Islam khususnya di lingkungan pemkab dalam memahami, menghayati dan mengamalkan al-qur’an, sehingga tercipta masyarakat yang berakhlakul karimah. “Maka Nuzulul Qur’an yang bertemakan ' dengan peringatan nuzulul quran, kita fahami, hayati dan amalkan ajaran al-quran dalam kehidupan bermasyarakat sehingga tercipta masyarakat yang berakhlakul karimah' ini, diharapkan bisa meningkatkan kualitas beragama sekaligus menjauhkan diri dari hal-hal yang terlarang,” ujar Khusnan.

Selanjutnya, sebagai acara inti masyarakat mendengarkan ceramah yang disampaikan KH. Khusnan Husein. Dalam tausiyahnya Kyai Khusnan  mengajak umat Islam untuk memahami keutamaan Ramadhan. “Seandainya umat Islam tahu keutamaan Ramadhan, niscaya mereka minta 12 bulan sisanya dijadikan Ramadhan pula,”ujarnya. Sesuai sabda Nabi Muhammad SAW, kata Kyai, selama Ramadhan semua amal ibadah kita dilipatgandakan sepuluh kali lipat dan semua kesalahan akan diampuni jika manusia minta sungguh-sungguh. “Dan barangsiapa yang senang dengan datangnya Ramadhan, maka jasadnya diharamkan masuk ke neraka,”tuturnya. (HUMAS)