MUMPUNI DAN PAHAMI ATURAN KEPROTOKOLAN

Banyuwangi – Terkait digaungkannya iklim investasi dan reformasi birokrasi, Banyuwangi  akan banyak menerima kunjungan, baik dari unsur  pemerintah pusat maupun para calon investor, baik dalam maupun luar negeri. Disamping padatnya kegiatan pejabat Negara, Bupati dan wakil Bupati dibutuhkan pelaksana dibidang keprotokolan yang mumpuni dan paham tentang aturan keprotokolan yang baik dan benar. Hal ini akan memperlancar penyelenggaraan acara berjalan tertib,rapi, lancer dan teratur. Demikian disampaikan Bupati Banyuwangi dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Daerah kabupaten Banyuwangi , Drs.Ec. Sukandi, MM ketika membuka diklat Keprotokolan ,Selasa (8/3) di Balai Diklat Pegawai Negeri Sipil di Desa Licin.

Setiap pelaksanaan acara resmi dan kenegaraan tidak lepas dari aturan keprotokolan. Dan keprotokolan sendiri merupakan serangkaian kegiatan yang meliputi tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan sebagai bentuk penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan dan/atau kedudukannya dalam Negara, pemerintah atau masyarakat.

“Hal ini penting untuk diperhatikan agar tercipta ketertiban dalam pemberian penghormatan, serta perlakuan terhadap pejabat Negara, pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat tertentu. Dengan menjunjung nilai sosial dan budaya bangsa, serta merupakan suatu bentuk ekspresi pengakuan kedudukan tertentu”.kata Sekkab Sukandi.

Ditambahkannya, peran protokol juga sangat dominan, karena bias memberikan first impression yang mendalam, sehingga akan berimbas positif terhadap rencana kedatangan mereka berikutnya.Diklat Keprotokolan yang dilaksanakan selama empat hari diikuti oleh 40 peserta dari berbagai satker.(Humas).