MENGAWAL PROGRAM 100 HARI KINERJA BUPATI, BIDANG KESEHATAN, DINKES EVALUASI KINERJA KARYAWAN

Dalam rangka mendukung dan mengawal kesuksesan program 100 hari kepemimpinan Bupati Banyuwangi H. Abdullah Azwar Anas, MSi. dan percepatan pencapaian MDGs, Dinas Kesehatan Kabupaten Bayuwangi yang dipimpin H. Hariadji Sugito, SKM., MM. melakukan evaluasi kinerja bawahannya. Kegiatan evaluasi utamanya dilakukan untuk mencapai indikator kinerja bidang kesehatan yang pelaksanaannya dilakukan oleh Puskesmas se Kabupaten Banyuwangi.

Evaluasi kegiatan ini dilakukan di aula Puskesmas Mojopanggung, mengingat aula Dinas Kesehatan tidak bisa digunakan, dipenuhi alat dan obat karena belum ada tempat lain yang dapat digunakan sebagai tempat penyimpanan obat.

Momen  evaluasi kinerja Puskesmas dimanfaatkan juga untuk sosialisasi PP 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil “momen ini sangat penting dan strategis mengingat yang hadir pada pertemuan evaluasi adalah orang-orang penting  di Puskesmas yang terdiri dari para Kepala Puskesmas, Koordinator Puskesmas, Pengelola Program dan Bendahara.

Agar pelaksanaan berjalan efektif mekanisme evaluasi yang dihadiri oleh Kepala Dinkes, para Kepala Bidang dan para Kepala Seksi tersebut  dilakukan dengan cara Puskesmas mempresentasikan 3 hal meliputi hasil pencapaian Standart Pelayanan Minimal (SPM), pencapaian indikator kinerja program 100 hari Bupati Banyuwangi, dan Pemberdayaan masyarakat. Setelah presentasi dilanjutkan dengan diskusi, dalam diskusi banyak masukan dan saran baik dari Kadinkes, Kabid maupun para Kepala Seksi. Pelaksanaan evaluasi dilakukan 3 kali dalam satu minggu yaitu setiap hari selasa, rabu dan kamis. Setiap hari 3 Puskesmas presentasi dan diperkirakan akan selesai dalam 15 kali pertemuan evaluasi. Pertemuan dimulai tanggal 4 Januari sampai dengan 2 Pebruari 2011.

Efektifitas yang diharapkan Hariadji terbukti, walaupun masih ada beberapa indikator kinerja yang belum dicapai, setiap hari selama 3 hari pada minggu pertama ini selalu ada saja ada Puskesmas yang prestasinya lebih menonjol dibanding Puskesmas yang lain. Sementara keunggulan masih didominasi para pemimpin wanita Puskesmas.

Misalnya pada hari pertama Puskesmas Kelir yang dimotori drg. VIRA memiliki keunggulan dalam persiapan pemberdayaan masyarkat yaitu pemberdayaan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh wanita. Program kerja 1 tahun kedepan juga telah dipersiapkan ; Pada hari kedua drg. WAHTU PRIMAWATI Kepala Puskesmas Mojopanggung, mempunyai keunggulan dalam pemberdayaan masyarakat mereka mempunyai KPK (Kelompok Peduli Kesehatan), KECIK (Kelompok Pencari Jentik) dan INFO PUSARA SPORAE (Informasi Puskesmas Sayang Remaja), PECEK (Paguyuban Senam Ceria); dan pada hari ketiga giliran dr. LIASTUTIK Kepala Puskesmas Sobo yang penampilannya mengesankan, hampir keseluruhan indikator program 100 hari Bupati Banyuwangi terlampaui bahkan beberapa indikator lebih dari 150%, dan untuk pencapaian SPM hanya beberapa indikator yang belum tercapai yang disebabkan telah tercapainya informasi kesehatan secara luas, misalnya belum tercapainya target penemuan penderita diare.

Menurut Hariadji sebagai tindak lanjut dari hasil pertemuan evaluasi, Puskesmas yang sudah berhasil akan diberikan penghargaan dan bagi Puskesmas-Puskesmas yang belum dapat mencapai target akan dipacu untuk mengejar ketertinggalan tersebut dengan mengoptimalkan sumberdaya yang ada di Puskesmas sehingga seluruh program dapat tercapai sesuai dengan standart, dengan demikian kesehatan masyarakat Kabupaten Banyuwangi dapat dicapai secara optimal. “Kita akan koordinasikan Kepada seluruh Camat untuk mengkoordinasikan Kepala Puskesmas di wilayahnya agar menggerakkan seluruh sumber daya yang ada untuk mengejar ketertinggalan pencapaian program dan kami harap para camat juga menggerakkan lintas sektor agar  membantu, karena keterlibatan lintas sektor sangat diperlukan utamanya yang berhubungan dengan penggerakan masyarakat” pungkas Hariadji.