Masyarakat Nelayan Desa Bulusan Gelar Petik Laut Rebo Wekasan

BANYUWANGI – Masyarakat nelayan Desa Bulusan menyelenggarakan upacara petik laut 'Rebo Wekasan', Rabu (7/11) di Pantai Waru Doyong, Banyuwangi. Ritual ini rutin digelar warga setiap setahun sekali. Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko yang hadir di ritual adat masyarakat nelayan tersebut mengingatkan warga untuk tak henti berdoa dan bersyukur. "Mari kita senantiasa berdoa dan bersyukur atas limpahan berkah yang diberikan Tuhan. Kita berdoa agar dijauhkan dari mala petaka, musibah, bencana. Dan jangan lupa bersyukur. Semakin kita bersyukur, rizki kita juga akan semakin ditambah," ujar Yusuf. Yusuf juga mengajak warga agar senantiasa guyub sehingga kenyamanan tercipta. "Acara semacam ini bagus untuk menjaga keguyuban satu sama lain. Ini harus terus dijaga," katanya. Sementara itu dikatakan Ketua Panitia Rebo Wekasan, Sujarno, ritual ini sudah berlangsung turun temurun. Menurut kepercayaan warga setempat, kata Sujarno, hari Rabu terakhir di bulan Sapar dianggap sebagai hari turunnya wabah penyakit dan bencana, karena itulah warga melangsungkan ritual Rebo Wekasan. “ Warga berharap terhindar dari bencana maupun penyakit terutama saat melaut,” ujar Sujarno. Sebuah perahu berisi sesaji pun dilarung. Sesaji yang terdiri atas berbagai jenis polo pendem (umbi-umbian) dan sebuah kepala kambing. “ Sesaji itu sebagai simbol untuk membuang segala macam penyakit dan bencana dari warga nelayan Bulusan,” ungkap Sujarno. Perahu sesaji tersebut, dilepas ditengah laut dengan iring-iringan masyarakat yang mengikuti menggunakan perahu penangkap ikan. Sebelum dilarung, masyarakat memanjatkan doa permohonan keselamatan dan kelimpahan rezeki yang dipimpin oleh seorang pemuka agama. Pelaksanaan upacara petik laut Rebo Wekasan ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat setempat. Mereka terlihat antusias dan memadati pantai ini untuk mengikuti prosesi tersebut. Tak hanya nelayan saja, tapi juga kaum wanita dan anak-anak. "Kami percaya Allah menurunkan berkahnya lewat selamatan yang kami gelar ini. Karena itu warga disini tidak pernah ketinggalan untuk datang dan ikut berdoa bersama," ujar Sujarno. Acara ini juga dimeriahkan dengan diadakannya lomba perahu layar yang pesertanya dari Jawa dan Bali. Terdapat 75 perahu hias yang mengikuti perlombaan ini. Mereka berlayar menyeberang dari Pantai Waru Doyong menuju Gilimanuk, dan kemudian kembali lagi ke Pantai Waru Doyong. (*)