Malam Renungan dan Doa Bersama, Awali Rangkaian Peringatan Hari Jadi Banyuwangi

 

Banyuwangi - Menjelang Hari Jadi Banyuwangi yang jatuh setiap 18 Desember, berbagai acara digelar Pemkab Banyuwangi. Acara tersebut diawali dengan Malam Renungan yang berisi doa bersama dan tasyakuran di kawasan Rowo Bayu, Kecamatan Songgon, Kamis malam (13/12).

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang hadir pada acara tersebut, menegaskan bahwa malam renungan ini penting sebagai bagian dari mengenang jasa para pendahulu. Banyuwangi yang dikenal saat ini, tidak bisa dilepaskan dari kontribusi para pendahulu tersebut.

"Pada kesempatan ini, kita tidak hanya mendoakan para pendahulu. Namun juga mengenang perjuangan mereka. Ini sebagai upaya kita untuk menghargai dan menyambungkan spirit perjuangan," ungkap Anas di hadapan ratusan warga setempat yang hadir.

Pemilihan Rowo Bayu sebagai tempat perenungan bukan tanpa alasan. Di tempat tersebut, pada rentang waktu 1771 - 1772 menjadi saksi bisu kegigihan rakyat Blambangan mempertahankan tanah airnya dari gempuran penjajah. Dari rangkaian perjuangan itulah, lantas menjadi momentum lahirnya Kabupaten Banyuwangi.

"Tepatnya pada 18 Desember 1771 terjadi pertempuran besar antara Kerajaan Blambangan yang dipimpin oleh Pangeran Rempeg Jogopati melawan penjajah. Pertempuran itu dimenangkan oleh rakyat Blambangan. Peristiwa heroik itulah yang dijadikan momentum hari lahir Banyuwangi," terang Anas.

Acara malam renungan tersebut, juga menjadi bagian dari Festival Rowo Bayu. Dimana terdapat beberapa acara dalam rangkaian festival tersebut, yang salah satunya adalah napak tilas perang Puputan Bayu.

"Puncaknya adalah napak tilas yang akan dilaksanakan pada 16 Desember besok," ungkap Camat Songgon Kunto Prastowo.

Selain Festival Rowo Bayu, peringatan Harjaba juga diperingati dengan sejumlah kegiatan. Bupati Anas telah menginstruksikan diadakan khotmil quran dan istighosah di seluruh Banyuwangi. (*)