Lewat Lagu "Manusia Kuat", Anas Dorong Tenaga Kesehatan Galakkan Program Pro-Health

Banyuwangi - Banyak cara dilakukan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk memotivasi kinerja stafnya. Seperti yang dilakukannya saat bertemu dengan ratusan tenaga kesehatan, Bupati Anas mengajak mereka bersama-sama menyanyikan lagunya Tulus "Manusia Kuat".

Manusia -manusia kuat itu kita, Jiwa-jiwa yang Sehat Itu Kita. Petikan lagu itu dinyanyikan dengan semangat di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Selasa siang (14/11) yang dipimpin oleh Bupati Anas. Para tenaga kesehatan yang terdiri dari beragam profesi itu pun larut bersama mendendangkan bait-bait lagu tersebut. Mereka dengan semangat menyanyikan lagu tersebut hingga diputar dua kali.

Anas mengungkapkan, lagu itu sengaja dia putar untuk memberi spirit kepada para nakes yang tak henti melakukan tugasnya. Menurut Anas, mereka telah melakukan banyak hal luar biasa, seperti layanan jemput bola langsung ke rumah warga hingga ke pelosok desa.

"Mereka adalah orang kuat, tugasnya menengok warga miskin hingga ke pelosok, merawat orang sakit. Mereka memang harus kuat, agar bisa membuat orang lain menjadi kuat (sehat-red). Semoga lagu ini bisa menjadi spirit bagi mereka untuk berbuat yang terbaik," ungkap Anas saat memberikan pengarahan kepada tenaga kesehatan. Hadir dalam kesempatan antara lain dokter, paramedis, apoteker, bidan, dan seluruh petugas puskesmas se-Banyuwangi.

Dalam kesempatan itu, Anas menjelaskan bahwa Pemkab Banyuwangi akan merubah paradigma penanganan kesehatan, dari yang selama ini sifatnya pengobatan menjadi pencegahan. Selama ini, kata Anas, paradigma masyarakat kita adalah paradigma sakit. Baru ke puskesmas kalau sakit, baru ke dokter kalau ada keluhan. Itu diikuti oleh negara di mana APBD yang aspek promotif-preventif minim anggarannya. 

"Akhirnya duit kita habis hanya untuk biaya mengobati. Berbagai masalah kesehatan akan terus bermunculan jika tidak diselesaikan pada akarnya, yakni pola hidup masyarakat. APBD kita desain pro-health dengan terus mengkreasi gaya hidup sehat. Tiap puskesmas akan kita minta membuka konsultasi medis langkah-langkah pencegahan penyakit, misalnya konsultasi gizi," jelas Anas.

Untuk itu, Anas meminta para tenaga kesehatan (nakes), terlibat aktif dalam mengkampanyekan gaya hidup sehat kepada masyarakat. Para nakes yang terdapat di Puskesmas maupun di Pustu ini didorong menjadi "dai" kesehatan. Mereka diharapkan menceramahkan pola hidup sehat, pentingnya gizi dan hal-hal mendasar lainnya.

"Selipkan dalam acara-acara keagamaan maupun lainnya, pesan-pesan kesehatan. Kalau perlu, setiap ada acara-acara pengajian, atau khutbah di gereja, pura,  kelenteng, para petugas Puskesmas harus memberikan ceramah kesehatan kepada masyarakat," ujar Anas.

Jawa Timur ini kekurangan 14.000 tenaga ahli kesehatan masyarakat yg tugasnya antara lain di promotif-preventif. Kita belum mampu mencukupi rasio ideal 40 ahli tenaga kesehatan untuk 100.000 penduduk. Maka solusinya, unit kesehatan berbasis masyarakat harus digalakkan

"Maka ke depan, Puskesmas yang harus diberi reward adalah puskesmas yang kunjungan sehatnya tinggi, yang orang antusias konsultasi gizi, apakah tubuh saya gizinya masih oke, dan seterusnya. Saya juga mengapresiasi sekarang makin banyak Puskesmas yg bikin acara Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di acara sekolah sampai car free day. Perlu diintensifkan bikin Posbindu setelah salat jumat di masjid, minggu di gereja, dan waktu-waktu sembahyang di pura," pungkas Anas. (*)