RATUSAN MASYARAKAT WARNAI LAUNCHING FOKKER-50

ROGOJAMPI-Senin(2/5), minggu pertama di awal bulan Mei menjadi penentu sejarah diluncurkannya pesawat baru, Fokker-50 di bandara Rogojampi . Bandara yang sebelumnya bernama Bandara Blimbingsari ( sekarang berganti nama menjadi bandara Rogojampi) itu dipenuhi oleh orang-orang yang ingin ikut menyaksikan launching tersebut. Tidak hanya warga masyarakat sekitar yang hadir, tapi juga warga Banyuwangi dan beberapa pejabat yang sengaja diundang.

Fokker-50 berangkat dari Surabaya dan tepat mendarat di Bandara Rogojampi  pukul 14.39 WIB. Acara dibuka dengan tari Rodat Siliran yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran , laporan dari PT. Sky Aviation, sambutan dari Sekjen Dirjen Perhubungan, Arifiyanti Samad (Fifi)  dan sambutan Bupati Banyuwangi, H. Abdullah Azwar Anas, MSi. Sky Aviation menyampaikan bahwa Sky berkomitmen untuk mengisi kekosongan transportasi  udara di daerah-daerah tertentu , misalnya Banyuwangi. Moda transportasi udara yang menawarkan kemudahan dan percepatan ini akan lebih menghemat waktu. “Bayangkan, perjalanan 8 jam Banyuwangi-Surabaya dengan menggunakan mobil, bisa digantikan dengan 30 atau 45 menit dengan menggunakan pesawat.Sehingga waktunya jauh lebih efisien,” tambahnya.

58 papan ucapan selamat atas diluncurkannya F-50 yang dipasang di sekitar bandara menunjukkan pula antusiasme kaum wirausahawan yang nantinya diharapkan akan bisa memanfaatkan kemudahan melakukan perjalanan dengan F-50. Ditambahkan oleh Fifi, Sekjen Dirjen Perhubungan,”Layanan penerbangan saat ini memang harus disiapkan pemerintah untuk menciptakan demand dan mobilitas yang lancar dan rutin. Suatu daerah dikatakan sebagai pusat bisnis jika jumlah penumpang pesawatnya mencapai 3 juta orang per tahun, contohnya Kalimantan Selatan.Ada 40 rintisan bandara di Indonesia, dan satu-satunya yang telah memiliki payung hukum yang jelas untuk beroperasi adalah Bandara Rogojampi. Untuk mendapatkan payung hukum , sebuah bandara harus mempunyai schedule yang sesuai dengan pemerintah.”  Fifi juga menyampaikan bahwa  tanggal 29 April 2011 lalu telah ditandatangani bersama MoU antara Pemkab Banyuwangi dan Dirjen Perhubungan yang sama-sama berkomitmen mendukung penerbangan di Banyuwangi.

Mantan Bupati Banyuwangi Samsul Hadi beserta ibu juga turut hadir dalam acara tersebut untuk memenuhi undangan dari Bupati Anas. Namun, mantan Bupati Ratna yang juga diundang berhalangan hadir. Kedua mantan Bupati Banyuwangi tersebut diberikan penghargaan oleh Pemkab atas jasa dan upayanya merintis dibukanya lapangan terbang Rogojampi. “Pemimpin hari ini harus menghargai jasa pemimpin sebelumnya, karena itu saya mengundang mantan-mantan Bupati Banyuwangi untuk bisa secara khusus hadir di acara ini,” kata Bupati Anas. “Mudah-mudahan bandara ini menjadi simbol kebangkitan Banyuwangi.” tambahnya lagi. Disampaikan pula oleh Bupati Anas bahwa bandara ini dibangun untuk menjembatani pengentasan masyarakat miskin di Banyuwangi. Sehingga upaya Pemkab untuk mengembangkan pertumbuhan ekonomi makro dan mikro bisa selaras. Setelah itu Bupati menekan tombol sirene sebagai tanda dibukanya launcing F-50.

Acara ditutup dengan doa oleh Ketua MUI Banyuwangi, KH. Dailami Ahmad, kemudian dilanjutkan dengan pemecahan kendi oleh Bupati Banyuwangi diikuti oleh undangan lainnya. Pemecahan kendi  dilakukan tepat dibawah pesawat dengan disaksikan oleh undangan dan semua pengunjung. Pesawat berangkat dengan mengangkut seluruh peserta Fam Trip Press Tour 2011 yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi beserta beberapa undangan dari Surabaya.(HUMAS)