Ketua Dekranasda Banyuwangi Dorong Warga Berwirausaha

Banyuwangi – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, atau yang sering dikenal Dani Azwar Anas kembali mendorong masyarakat untuk berwirausaha.

“Sudah bukan jamannya lagi masyarakat, apalagi anak muda, hanya menunggu lapangan pekerjaan. Pemuda harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Mari gali potensi diri untuk memulai usaha kalian,” kata Dani, saat memberikan motivasi pada ratusan peserta pelatihan kewirausahaan, di Kantor Balai Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo, Kamis (05/03/2020).

Pelatihan ini digelar Dinas Koperasi, Usaha  Mikro, dan Perdagangan Banyuwangi sejak beberapa pekan lalu di sejumlah lokasi di Banyuwangi. Kali ini, pelatihan diikuti para pelaku IKM, karangtaruna, dan kader PKK desa dari Kecamatan Cluring dan Purwoharjo. Sebelumnya pelatihan serupa telah digelar di Kecamatan Songgon, Kalibaru, dan Glenmore.

Dani melanjutkan, ada banyak cara dan peluang yang bisa dimanfaatkan untuk berwirausaha. salah satunya dengan menggali potensi yang ada di sekitar kita untuk dijadikan peluang usaha. misalnya dengan mengolah buah-buahan di sekitar menjadi produk olahan baru, lalu potensi perikanan maupun ternak yang ada di sekeliling kita.

“Jika semakin banyak warga Banyuwangi yang berwirausaha, ekonomi daerah ke depan akan meningkat. UMKM sudah terbukti mampu menjadi bantalan ekonomi yang kuat saat suatu negara diterpa krisis ekonomi. Apalagi bagi daerah seperti Banyuwangi. Untuk itu, mari berwirausaha,” ajak Dani.

Dani juga mengajak warga yang telah terjun ke dunia usaha lebih dahulu, untuk ikut menyemangati dan membagi ilmunya kepada warga yang berniat membuka usaha.

"Terima kasih bagi yang sudah berwirausaha. Tularkan ide-ide kreatif, cara-cara praktis untuk memulai usaha, kepada yang lain agar apa yang kalian lakukan bisa menjadi inspirasi bagi mereka untuk memulai usahanya sendiri," kata Dani.

Dalam kesempatan itu, Dani juga membeberkan bahwa pemerintah telah memberikan sejumlah pelatihan dan bantuan sarana maupun prasarana. Misalnya, menyediakan klinik kopi dan pelatihan barista kopi bagi masyarakat.

Pemkab juga telah menggelar sejumlah pelatihan entrepreneurship bagi pemuda. Seperti, pelatihan digital marketing, perbengkelan, bordir, dan masih banyak lainnya. Bahkan, pemkab juga memberikan sejumlah bantuan alat dan pelatihan bagi siswa sekolah dasar hingga SLTP untuk menanamkan jiwa enterpreneurship sejak dini kepada anak-anak.

"Semua upaya tersebut untuk mendorong tumbuhnya wirausahawan baru di Banyuwangi, khususnya di kalangan anak muda," pungkas Dani.  (*)