Kepulauan Anambas Belajar Pariwisata ke Banyuwangi

Banyuwangi – Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, Wan Zuhendra, bertandang ke Banyuwangi. Wabup Wan datang bersama 22 orang jajarannya untuk sharing tentang strategi pengembangan pariwisata di daerah ini. Kedatangan mereka disambut hangat Sekda Banyuwangi, Mujiono, di Lounge Pelayanan Publik, Rabu (29/1/2020).

Wabup Wan mengatakan, pihaknya telah mendengar tentang perkembangan pariwisata Banyuwangi yang begitu pesat dalam delapan tahun terakhir. Hal ini, kata dia, menjadi inspirasi tersendiri bagi dia dan jajaran untuk belajar langsung ke Banyuwangi terkait hal tersebut.

“Banyuwangi ini progress pariwisatanya luar biasa. Makanya, kami jauh-jauh kemari ingin belajar trik-triknya. Kami ingin menggali bagaimana Banyuwangi bisa mengemas pariwisatanya sedemikian bagus, sehingga sektor ini turut mendongkrak perekonomian daerah,” kata Wan, sapaan akrabnya.

Menurut Wan, Kepulauan Anambas sendiri juga memiliki potensi besar di bidang pariwisata. Daerah tersebut, kata dia, terdiri dari 255 pulau yang sesungguhnya bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata maritim.

“Oleh karena itu, kami ingin menggali banyak ilmu ke Banyuwangi.  Karena kami lihat, selain strategi, kemajuan pariwisata di sini juga didorong adanya konsep kepemimpinan yang kuat dari kepala daerahnya. Ini menarik sekali,” imbuhnya.

Secara terpisah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan terima kasih lantaran Pemkab Kepulauan Anambas menjadikan Banyuwangi sebagai lokus studi tirunya terkait pariwisata. Anas juga menyampaikan, banyaknya daerah yang datang ke Banyuwangi, bukan berarti Banyuwangi lebih unggul.

“Sebenarnya, Banyuwangi sendiri masih terus berbenah ditengah banyak keterbatasan yang kami miliki. Terimakasih telah menjadikan Banyuwangi sebagai jujugan benchmarking, mudah-mudahan kedatangan Wabup Wan beserta jajaran bisa mendapatkan ilmu seperti yang diharapkan,” kata Anas.  

Untuk pengembangan pariwisata sendiri, lanjut Anas, Banyuwangi terus berbenah untuk menambah kenyamanan wisatawan. Misalnya, mempersiapkan infrastruktur yang baik, khususnya pada akses menuju obyek wisata. Banyuwangi juga memperluas aksesibilitas.

“Saat ini, sudah ada 14 penerbangan dalam sehari di Bandara Blimbingsari. Diantaranya, penerbangan langsung Jakarta-Banyuwangi dan sebaliknya. Tentu semua ini, untuk mendukung pengembangan pariwisata di daerah kami yang ujung-ujungnya, untuk peningkatan ekonomi warga,” kata Anas.

Banyuwangi juga melakukan pembenahan dan peningkatan destinasi, menambah amenitas wisata, hingga menyiapkan atraksi yang menarik. "Dari sisi amenitas, kini di Banyuwangi tumbuh hotel berbintang 4. Sementara dari sisi atraksi, ada agenda wisata Banyuwangi Festival yang tahun ini menyajikan 123 event atraktif sepanjang tahun," tambahnya.

Sementara itu, Sekda Mujiono menambahkan, seiring dengan perkembangan pariwisata, Banyuwangi juga mempersiapkan SDM handal di bidang ini.

“Dulu, sebelum pariwisata dirancang. Banyuwangi telah membuka jurusan manajemen bisnis pariwisata di Politeknik Negeri Banyuwangi. Sehingga, saat pariwisata semakin maju seperti sekarang, SDM nya sudah siap,” kata Muji. (*)