KEPALA DESA DAN ISTRI BEKERJASAMA MEMAJUKAN RAKYAT

Banyuwangi – Kepala Desa (Kades)adalah ujung tombak pelayanan Pemerintah Kabupaten. Kepala Desalah yang paling dekat dengan rakyat dan bisa berhubungan langsung dengan rakyat. Karena itu Kepala Desa harus bersedia merelakan waktunya untuk melayani rakyat dengan sungguh-sungguh. “Siapapun tamu yang datang ke kantor Kepala Desa adalah tamu kepala Desa, sambut mereka dengan tersenyum lalu tanyakan apa keperluan mereka dan beri petunjuk sampai keperluanya tertangani,” demikian ujar Bupati Anas dalam acara ramah-tamah dan silaturahmi dengan 5 Kepala Desa terpilih yang baru akan dilantik di Pendopo Sabha Swagata, kemarin sore (10/5). “ Kalau perlu tunjuk satu orang yang khusus melayani tamu,”  imbuh Bupati. Kepala Desa juga diharapkan terus menjalin komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten agar terjadi hubungan timbal balik serta menghindari kesalah pahaman terkait Kebijakan Pemkab di tingkat Desa.

Kegiatan yang berlangsung santai ini tergolong baru karena silaturahmi dilakukan sebelum kepala desa dilantik, dan yang membuatnya unik acara ini juga ditujukan untuk para istri Kepala Desa. Disertakannya para istri kades ini untuk menegaskan bahwa mereka juga memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa. Peran Istri Kades tidak hanya mendukung suami dalam masa pemilihan Kepala Desa, justru ketika telah terpilih peran yang sebenarnya telah menanti. Ibu-ibu Kades memiliki posisi yang strategis untuk ikut memajukan Desa melalui PKK dan Posyandu. “ Ibu-ibu mempunyai peran yang sama dengan saya. Kita sama-sama belajar menjalani posisi kita sekarang,  jika saya dibutuhkan saya bersedia datang langsung ke desa ibu-ibu,” begitu ungkap Istri Bupati ,  Dani azwar Anas.

Dalam acara tersebut selain Bupati dan Istri juga hadir Wakil Bupati beserta Istri serta Sekda beserta Istri. Selain itu juga nampak beberapa pejabat Pemkab Banyuwangi. Kepala Desa yang terpilih berasal dari Desa Blimbingsari, Sumber Sewu, Kelir, Segobang dan Banyuanyar. Dari 5 Kepala Desa ternyata ada satu orang yang masih Bujang. Hal ini dijadikan bahan guyonan oleh Bupati agar Pak Sekda mencarikan istri untuknya. Terakhir, Bupati berpesan agar para Kepala Desa bisa memanfaatkan kesempatan pengabdian ini untuk memberikan yang terbaik bagi desa yang dipimpinnya. (Humas)