Kementerian Pertanian Gelar Dua Workshop di Banyuwangi

BANYUWANGI – Kementerian Pertanian menggelar dua workshop sekaligus di Banyuwangi selama 3 hari, mulai 4 - 6 Maret 2020. Kegiatan tersebut diikuti  96 pejabat eselon 3 se -Indonesia. 

Workshop yang digelar, pertama, workshop Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yakni terkait penguatan dan optimalisasi peran dan fungsi PPID di lingkup Badan Penyuluhan dan pengembangan  Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP)  untuk mendukung Komando Strategis Pembangunan Pertanian ( kostratani). Kedua adalah workshop peningkatan kerjasama dalam dan luar negeri di bidang penyuluhan dan pengembangan SDM pertanian. 

Workshop tersebut digelar di Hotel Santika Banyuwangi dan dilanjutkan dengan kunjungan lapang ke beberapa lokus. Di antaranya  Lounge Pelayanan Publik di Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Kantor Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Banyuwangi, Mal Pelayanan Publik, pendopo kabupaten dan kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan  Glagah. Mereka juga berwisata ke Bangsring Underwater dan Hutan Djawatan.

Plt Kepala Bagian Evaluasi dan Pelaporan, Kementerian Pertanian, Dewi Darmayanti mengaku, Kementan ingin menggali inspirasi dari Banyuwangi. "Kami membawa perwakilan 20 Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup BPPSDMP, mulai dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan sampai Manokwari. Kepala BPTP Provinsi Sumatera Selatan, serta pejabat yang menangani penyuluhan di Provinsi Jawa Timur,  Sulawesi Tenggara dan Kalimantan Timur," kata Dewi dalam pembukaan workshop tersebut, Rabu malam (4/2/2020) di Hotel Santika Banyuwangi.

Inspirasi tentang Banyuwangi,  imbuh Dewi, diperoleh saat sebelumnya ada rapat koordinasi  teknis penyuluhan di Bogor beberapa waktu lalu. "Saat itu, perwakilan dari Banyuwangi menjelaskan dengan baik tentang Banyuwangi. Dan itu membuat kami terkesima dan berpikir inilah benchmark yang kami cari,"tuturnya. 

"Nah, peserta yang kami bawa ini berkecimpung di bidang pengembangan teknologi informasi (TI). Kami ingin belajar dari pengalaman Banyuwangi memanfaatkan sarana TI , jejaring kemitraan, dan bagaimana menggalang anak-anak milenial sebagai pengusaha muda," jelas Dewi.

Sekembalinya dari Banyuwangi, lanjut Dewi, peserta diminta membuat list, best practices apa saja yang diperoleh di Banyuwangi dan bisa diterapkan di daerah masing-masing," tandasnya.

Sekretaris Daerah Banyuwangi, Mujiono juga sempat menemui rombongan Kementan di lounge pelayanan publik. Di hadapan para tamu, Mujiono berbagi cerita tentang semangat membangun Banyuwangi lewat tagline Sunrise of Java. 

"Tagline kami adalah 'The Sunrise of Java". Harapannya, masyarakat Banyuwangi yang merasakan terbitnya matahari lebih awal dibanding daerah lain,  bangun pagi lebih dahulu kemudian bekerja keras agar mendapatkan inspirasi untuk menyejahterakan rakyat. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja keras dan semakin bersemangat dalam melayani rakyat," tutur Mujiono. 

Mujiono menambahkan, Banyuwangi juga dikenal dengan lahan pertaniannya yang subur dan berkontribusi mendukung kekuatan pangan di Provinsi Jawa Timur. "Luasan lahan pertanian kami 66 ribu hektar. Seluruh saluran irigasi terkoneksi satu sama lain. Inilah yang menjadi daya dukung pertumbuhan ekonomi Banyuwangi. Semoga dengan kunjungan bapak ibu kemari, kita bisa saling sharing dan menimba ilmu, sehingga bermanfaat untuk kedua belah pihak, " terang Mujiono. 

Saat berkunjung ke Kantor PPID yang berada di dalam lingkup Dinas Kominfo Banyuwangi, seluruh peserta workshop PPID Kementan saling sharing dengan  Tim PPID Banyuwangi.  Pengelola Sekretariat PPID Utama Banyuwangi, Ermi Rossana menjelaskan keterbukaan informasi sangat diperlukan, dan ranah PPID untuk menjelaskan hal tersebut kepada pihak yang membutuhkan informasi, kecuali untuk informasi yang dikecualikan. 

Di 2019, PPID Banyuwangi mendapatkan tiga trophy dan satu penghargaan. Tiga trophy tersebut yakni pendokumentasian informasi terbaik, transparansi anggaran terbaik, dan penyedia informasi berkala terbaik. Sementara untuk penghargaannya adalah sebagai badan publik menuju informatif. (*)