KEMENTERIAN KESEHATAN MERESPON INOVASI KABUPATEN BANYUWANGI

Dalam rangka mewujudkan pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang lebih baik dan akuntabel dalam program 100 hari Bupati Banyuwangi. Kemarin tanggal 4-5 Januari 2011, Bupati Banyuwangi beserta Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kasubbag PRK Bappeda melaksanakan Audiensi dengan 4 Kementrian yaitu : Kementrian Pekerjaan Umum, Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan, dan Kementerianyang berlangsung di 4 Kementrian tersebut. Kesehatan

Dari hasil Audiensi tersebut membuahkan beberapa rekomendasi yang sangat penting untuk pembangunan Kabupaten Banyuwangi kedepan. Salah satunya adalah di bidang kesehatan. Audiensi yang dilaksanakan di Gedung Adyatma Ruang Pertemuan Sesjen Kementerian Kesehatan Jakarta Selatan diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan : dr. Ratna Rosita Hendardji, MPHM, Kepala Biro Hukum dan Organisasi : Prof. dr. Budi Sampurna, SH, DFM, Sp.F(K), Sp.KP, Kepala Biro Perencanaan : dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan : dr. H. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes menghasilkan beberapa point penting dan rekomendasi bidang kesehatan yaitu :

−       Kementerian Kesehatan akan mendukung Program-program kesehatan di Kabupaten Banyuwangi, khususnya yang  inline (selaras) dengan program nasional.

−       Sekjen Kementerian kesehatan optimis bahwa Kabupaten Banyuwangi  sebagai salah satu kabupaten yang berperan dalam pembangunan kesehatan, dan inovasi yang telah dilaksanakan di Kabupaten Banyuwangi bisa menjadi model bagi kementerian kesehatan. Tim Kementerian kesehatan akan berkunjung ke Banyuwangi untuk melihat langsung kondisi sebagaimana yang telah dipaparkan oleh Bupati Banyuwangi dan Kepala Dinas Kesehatan, khususnya dalam pelayanan anak balita.

−       Kementerian Kesehatan akan memberikan dukungan dalam peningkatan kapasitas RS Blambangan dan RS Genteng melalui pendidikan dokter spesialis. Kedepan diharapkan tenaga spesialis di RS Blambangan dan RS Genteng menjadi lebih memadai dan tipe RS bisa ditingkatkan. Biaya tugas belajar juga akan diberikan kepada perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya.

−       Dinas Kesehatan agar melakukan koordinasi dengan RS Blambangan dan RS Genteng dalam rangka pengembangan RS, pengembangan SDM dan pengembangan layanan dengan jaminan kesehatan.

Kementrian Kesehatan RI merespon positif atas prakarsa Pemerintah Kabupaten Kabupaten Banyuwangi yang telah menyiapkan dana sharing untuk pelayanan kesehatan keluarga miskin yang tidak termasuk dalam kuota Jamkesmas dalam bentuk layanan Jaminan Kesehatan Masyarakat Banyuwangi dan Jaminan Kesehatan Daerah.

Beberapa program unggulan yang berupa inovasi lokal telah disampaikan oleh Bupati Banyuwangi diantaranya adalah HarGa PAS merupakan akronim dari Harapan Keluarga Peduli Anak Sejak Dini merupakan kegiatan untuk dari Harapan Keluarga Peduli Anak Sejak Dini merupakan kegiatan untuk mencapai target MDG’s 2015.

Dari beberapa rekomendasi tersebut, hal yang paling membanggakan bahwa Kabupaten Banyuwangi  menjadi model bagi kementerian kesehatan karena  Kabupaten Banyuwangi  sebagai salah satu kabupaten yang berperan dalam pembangunan kesehatan, dan inovasi yang telah dilaksanakan menjadi acuan pembangunan kesehatan secara Nasional.

Untuk menindak lanjuti hal tersebut, Tim Kementerian kesehatan akan berkunjung ke Banyuwangi untuk melihat langsung kondisi sebagaimana yang telah dipaparkan oleh Bupati Banyuwangi dan Kepala Dinas Kesehatan, khususnya dalam pelayanan anak balita. Hal ini membuat Pemerintah Kabupaten Banyuwangi khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi giat berbenah diri meningkatkan program kesehatan dan inovasi kesehatan lebih baik dari yang dicapai sekarang.