Kemenpar Nilai Wisata Pantai Banyuwangi Potensial

<span 1.6em;"="">BANYUWANGI - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indonesia melihat kondisi riil destinasi wisata pantai di Banyuwangi sangat potensial. Apalagi letak Banyuwangi yang strategis dan menjadi wilayah transit sebelum menyeberang ke Pulau Bali, secara tidak langsung mampu menyedot wisatawan. Karena itu Kemenpar tergerak untuk mengadakan bimbingan teknis (bimtek) penyelamat pantai (lifeguard) di Banyuwangi, Kamis (25/2) – Jumat (26/2). Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar, Danang Rahadian Sinayangsari.

“Kami datang kemari untuk memberikan pelatihan tentang lifeguard ini. Selain ke depannya sangat bermanfaat untuk pemberdayaan masyarakat yang tinggal di sepanjang pantai, keselamatan wisatawan yang datang ke obyek wisata tersebut juga lebih terjamin,” kata Danang.

Melalui pelatihan ini, tambah Danang, kualitas pelayanan di obyek wisata, khususnya pantai akan meningkat. “Disini mereka  tidak sekedar belajar teori, tapi juga mempraktekkan langsung bagaimana memberikan penyelamatan dengan cepat dan tepat,” ujar Danang.

Lelaki kelahiran Yogyakarta 47 tahun  lalu tersebut berharap, Pemkab Banyuwangi ke depan akan memfasilitasi para lifeguard ini dengan membentuk paguyuban. Dengan begitu, mereka bisa saling berkomunikasi, berbagi pengalaman dan kemampuan satu sama lain. Kalau sudah terbentuk paguyuban, kata Danang lagi sembari mencontohkan di Pangandaran-Jawa Barat, pemkab bisa mendorong para pengusaha untuk memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) –nya sehingga mereka bisa lebih maju dan sarana prasarana yang dimiliki lebih memadai.

Bimtek Peningkatan Kapasitas Penyelamat Wisata Pantai  (lifeguard) yang berlangsung  di Hotel Berlian Abadi ini diikuti 25 peserta. Mereka merupakan pelaku wisata di pantai, waduk dan sungai yang ada di Banyuwangi. Diantaranya dari Bangsring Boat, Wisata Pantai Boom, Waduk Sidodadi, Bangsring Underwater, Kali Badeng, Kali Bunder, Mustika Pancer, Teluk Banyu Biru, dan Wisata Mangrove Bedul. Banyuwangi sendiri tahun ini  disasar oleh Kemenpar bersama 4 daerah lainnya di Indonesia. Yakni Lampung Selatan, Belitung Timur, Jogja dan Rembang.

Di samping mendapatkan materi kelas, hari Kamis kemarin (25/2), peserta juga diajak praktek langsung di kolam renang hotel Berlian Abadi. Jumat (26/2) pagi hingga sore,  mereka  turun untuk melakukan praktek di Bangsring Underwater berupa penanganan korban tenggelam, menangani korban terkena sengatan ubur-ubur, dan jenis-jenis penyelamatan lainnya. Pelatihan ini dibimbing langsung oleh instruktur yang kompeten di bidangnya. Mereka adalah Kiki Murdiatmoko, Jurianto M. Nur, dan Arif Budiman dari lembaga independen Balawista.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, MY Bramuda mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi pelaku pariwisata sekaligus wisatawan yang datang ke Banyuwangi. “Suatu kehormatan tersendiri pelaku pariwisata Banyuwangi diberi kepercayaan mendapatkan pelatihan lifeguard ini. Dengan terus di-upgrade-nya skill para lifeguard ini, pariwisata Banyuwangi akan memiliki nilai tambah. Ini akan terus kami tingkatkan. Apalagi Banyuwangi punya wisata selam yang semakin dikenal,” tuturnya.

Salah seorang peserta, Ari Restu yang tergabung dalam kelompok instruktur arung jeram Kali Badeng, Songgon, Banyuwangi, juga merasa senang berkesempatan  terlibat dalam kegiatan ini. “Ilmu saya tentang penyelamatan korban tenggelam dan pengetahuan P3K jadi bertambah. Saya yakin ini akan sangat bermanfaat dan bisa langsung kami praktekkan di lapangan,”tandasnya seusai praktek seharian penuh di Bangsring Underwater. (Humas & Protokol)