Kagumi Kearifan Lokal Banyuwangi, Kepala BNPT Ajak Sinergi Tangani Radikalisme

 

BANYUWANGI – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius mengapresiasi warga Banyuwangi yang konsisten menjaga kearifan lokal di tengah kemajuan daerah yang cukup pesat. Penguatan kearifan lokal itu bisa ikut menangkal radikalisme.

 

Hal itu diungkapkan Suhardi saat menjadi pemateri Bank Mandiri Leadership Forum di Pendopo Sabha Swagatha Banyuwangi, Jumat (21/6). Acara tersebut dihadiri jajaran direksi, ratusan eksekutif senior Bank Mandiri dari seluruh Indonesia, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

 

"Saya salut dengan Banyuwangi, termasuk bupatinya, yang terus mengangkat kearifan lokalnya," kata Suhardi.

 

Menurut Suhardi, beragam aktivitas positif seni-budaya yang merangkul anak-anak muda bisa menjadi jembatan menangkal radikalisme.

 

“Dengan pendekatan humanis ini, bisa ikut mereduksi pengaruh paham negatif termasuk radikalisme. Ke depan BNPT akan bersinergi dengan daerah, termasuk Banyuwangi. Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) yang merupakan mitra BNPT selama ini akan kami bawa ke Banyuwangi sebagai upaya penanggulangan radikalisme,” jelasnya.

 

Suhardi mengatakan, selama ini BNPT telah bersinergi dengan kementerian dan lembaga terkait terorisme. Kini BNPT menyiapkan sinergi dengan Banyuwangi.

 

Menurut Suhardi, kerja sama dengan Banyuwangi lebih pada pendekatan kontraradikalisasi, yaitu bagaimana menyiapkan masyarakat supaya memiliki daya tahan dalam menghadapi paparan radikalisme dan terorisme. 

 

"Banyuwangi telah melakukan pendekatan itu di masyarakat dengan mengangkat dan mempertahankan kearifan lokalnya," tambah Suhardi. 

 

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyatakan siap berkolaborasi dengan BNPT. Menurut Anas, selama ini BNPT telah banyak melakuan aksi yang efektif dalam menekan radikalisme dan terorisme. 

 

"Saya mendengarkan pemaparan beliau (Suhardi), yang melakukan pendekatan kemanusiaan, relasi manusia dengan sosial budayanya dalam menangani radikalisme dan terorisme. BNPT telah bekerja luar biasa, dan tentu Banyuwangi sangat ingin dilibatkan oleh BNPT dalam penanggulangan radikalisme dan terorisme ini," kata Anas.

 

“Di Banyuwangi, setiap tiga bulan seluruh elemen tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI, Polri, LSM, guru dan sebagainya berkumpul untuk membahas berbagai hal termasuk jika ada potensi radikalisme. Menjadi kehormatan bagi kami jika Kepala BNPT berkenan hadir dan memberikan paparan kepada ratusan stakeholders tersebut,” imbuh Anas.

 

Dia menambahkan, pelibatan anak-anak muda dalam beragam aktivitas seni-budaya terbukti mampu mendorong mereka lebih kreatif dan bisa menerima keberagaman sebagai keniscayaan di Indonesia.

 

“Anak-anak muda di Banyuwangi getol mengunggah kebanggaan mereka terhadap seni-budaya. Konten-konten kearifan lokal mendominasi, sehingga bisa ikut meminimalisasi berbagai konten radikalisme yang juga sangat marak di media sosial,” pungkas Anas. (*)