Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan Belajar Pariwisata ke Banyuwangi

BANYUWANGI - Upaya dan inovasi Kabupaten Banyuwangi di bidang pariwisata menarik minat Pemerintah Kabupaten Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan untuk menimba ilmu. 

Bupati Selayar, HM Basli Ali yang membawa serta beberapa pimpinan SKPD dan Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Selayar ditemui Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas di pendopo kabupaten, Kamis (19/9/2019).

"Kami tertarik untuk mempelajari special interest tourism atau pariwisata minat khusus dengan mendatangi Banyuwangi. Kami banyak mendengar upaya Banyuwangi dalam mengemas destinasi wisata beserta rangkaian festival yang menjadi atraksi di dalamnya," kata Basli Ali.  

Apa yang dilakukan Banyuwangi, imbuh Basli, menjadikan orang merasa punya kesan tersendiri dan pengalaman baru yang belum pernah mereka dapatkan saat berkunjung ke tempat lain.

"Jadi kegiatan ini sifatnya adalah orientasi lapangan untuk mengetahui bagaimana cara Banyuwangi mempromosikan pariwisatanya, terutama lewat sistem teknologi informasi," kata Basli. 

Selama dua hari di Banyuwangi, Rabu - Kamis (18 - 19/9/2019) selain berdiskusi dengan dinas terkait, rombongan Pemkab Selayar juga langsung berkunjung ke lokasi pengelolaan desa wisata seperti di Desa Kemiren dan beberapa homestay.

Kabupaten Selayar memiliki 70 festival sepanjang tahun. Satu festival besar di antaranya diberi nama Sail Takabonarate. Takabonarate adalah atol atau semacam terumbu karang terbesar ketiga di dunia. 
Event ini melibatkan 48 negara, di antaranya Jepang, Australia, dan  Prancis). Para peserta berlayar dari negaranya kemudian stay di Selayar selama seminggu. "Seiring dengan peminat festival Sail Takabonarate yang semakin bertambah, saat ini kami tengah  menggiatkan warga untuk fasih berbahasa inggris. Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) juga didorong untuk penguatan pariwisata, agar mereka siap menghadapi tamu. Banyuwangi kami lihat sangat siap dan terbiasa menerima tamu, utamanya lewat event-event internasional yang dibuatnya," tutur Basli. 

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, Banyuwangi memilih pariwisata sebagai 'kendaraan' untuk menggerakkan perekonomian Banyuwangi.


"Salah satu kendaraan untuk menggerakkan roda perekonomian Banyuwangi, kami pilih pariwisata. Festival kita kemas dengan melibatkan para PNS dan seluruh warga masyarakat Banyuwangi. Dengan kekompakan yang kami jalin, maka semua bisa dengan mudah kita lakukan," ujar Anas. (*)